Press "Enter" to skip to content

Soal USBN Bocor, Ada Keterlibatan Oknum Guru

Pemerhati Pendidikan Indonesia Doni Koesuma prihatin dengan fakta kebocoran soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Apalagi kabar kebocoran tersebut terjadi karena guru.

“Bila guru sendiri membocorkan soal USBN, ini sangat memprihatinkan. Karena artinya soal ujian itu tidak ada artinya sama sekali. Dan guru sungguh tidak memiliki integritas. Mereka tidak pantas menjadi guru,” tuturnya kepada majalahnurani.com Kamis (5/4/2018).

DITINJAU ULANG

Menurut dia, soal ujian harusnya rahasia. Tapi mau bagaimana lagi, sebab yang membuat soal USBN juga gurunya sendiri. Hanya ada 25 persen soal jangkar dari pusat.

“Karena yang buat guru dan sekolah, potensi bocor besar. Kalau bocor, soal USBN sudah tidak berguna karena tak bisa dipakai untuk menilai,” tambahnya.

Oleh karena itu, paparnya, seharusnya USBN ditinjau ulang. Biarkan guru membuat semua soal UAS dengan mendampingi dan melatih guru dalam membuat soal berkualitas.

Baca juga  Sandiaga Uno: Masyarkat Sudah Cerdas, Gak Percaya Situs Fitnah

“Borang borang akreditasi yang tidak relevan dihapus. Guru yang membocorkan soal diberi sanksi yang berat,” tegasnya.

AKREDITASI

Kebocoran soal USBN ini terjadi di Jakarta dan Bekasi dari hasil pemantauan Ombudsman Jakarta sejak 19 sampai 27 Maret lalu.

Pelaksana tugas Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Dominikus Dalu menyebut kebocoran soal ini terdapat di tempat-tempat bimbingan belajar (bimbel).

“Ini memang kami dapatkan di tempat bimbingan belajar. Bisa jadi ini bagian dari upaya bimbingan belajar untuk menyusun soal-soal yang memang mirip dengan pelaksanaan soal ujian USBN-nya sendiri,” ujar Dominikus, di Gedung Ombudsman, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Domi menyatakan tidak menutup kemungkinan kebocoran soal juga terjadi di sekolah. Karena banyak faktor-faktor yang mendorong kebocoran ini. Salah satunya terkait dengan status akreditasi sekolah.

Baca juga  Wanti-Wanti MUI Kepada Menag Soal Syiah dan Ahmadiyah

“Karena sekolah itu akan mendapatkan peningkatan akreditasi apabila nilai para siswa itu tinggi-tinggi. Belum lagi sekolah juga sudah mendapatkan soal dari jauh-jauh hari, jadi tetap ada benang merahnya,” tambahnya.

SANKSI BERAT

Sementara Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto membenarkan adanya kebocoran soal dari pihak bimbingan belajar atau sekolah.

Komposisi USBN tahun ini 20 persen berasal dari nasional. Sisanya merupakan soal yang dibuat oleh sekolah.

“Jika memang itu terjadi kebocoran, kebocorannya sangat lokal, itu mungkin ada dari sekolah,” kata Bowo.

Selain itu guru sekolah ada juga yang bekerja sampingan sebagai pengajar bimbel. Bowo khawatir kebocoran itu berasal dari guru. Dia menegaskan akan memberikan sanksi berat kepada guru membocorkan soal ujian itu.

“Kalau terjadi penyimpangan terhadap kebocoran seperti yang terjadi di tahun lalu, tampaknya tidak akan umur lama nih, masih ingin punya Nomor Induk Pegawai (NIP) tidak,” ancam Bowo.

Baca juga  Kemenag Rilis 20 Travel Umrah Masuk Daftar Hitam

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Barat, Heri Pansilla menyebut temuan Ombudsman soal kebocoran soal terjadi di ranah bimbingan belajar. Akan tetapi, dia tidak dapat memastikan asal kebocoran apakah dari sekolah atau hanya berada di bimbel.

“Kami apresiasi apa yang sudah ditemukan oleh pihak Ombudsman dan kami akan menindaklanjuti. Ini merupakan sebuah proses pembelajaran bagi kami dalam rangka untuk meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan,” tutur dia. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *