Press "Enter" to skip to content

MUI Pertanyakan Rencana Tarawih di Monas

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berencana menggelar salat tarawih bersama warga di lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta.  Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan rencana pelaksanaan ini terus difinalisasi. Pada acara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga direncanakan hadir.

Menurut Sandi, dia tidak menargetkan peserta dalam acara tersebut. Tujuannya mengadakan tarawih pertama kalinya dengan harapan dapat mempersatukan warga.

“Karena ini adalah simbol Jakarta dan Monas ini menjadi tempat pemersatu umat dan menjadi simbol Jakarta yang mudah-mudahan bisa meningkatkan ketaqwaan kita selama bulan Ramadan,” kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta, belum lama ini.

SEBAIKNYA DI MASJID

Majelis Ulama Indonesia meragukan alasan rencana digelarnya tarawih di Monas. Kepada majalahnurani.com, Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis masih mempertanyakan maksud pelaksanaan tarawih tersebut. Namun demikian, menurut Cholil sebaiknya tempat pelaksanaa salat tarawih adalah di masjid.

Baca juga  Besok, Kemenag Gelar Sidang Isbat Tentukan 1 Syawal

“Masjid Istiqlal yang lokasinya tak jauh dari Monas, kan juga tempat yang mewakili simbol kemerdekaan, persatuan, dan ketakwaan,” tuturnya.

Malahan Cholil semakin ragu bahwa alasan Gubernur dan Wagub Jakarta menggelar shalat tarawih di Monas adalah untuj persatuan.

“Logikanya apa ya? Bukankah Masjid Istiqlal yang megah itu simbol kemerdekaan, kesatuan, dan ketakwaan,” ungkap Cholil heran.

Dijelaskan bahwa sebaik-baiknya salat itu di masjid. Karena masjid memang tempat untuk bersujud.

“Bahkan Nabi SAW selama Ramadan itu iktikaf di masjid, bukan di lapangan,” tandasnya.

KESAN POLITIS

Sementara Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyarakan agar lokasi tarawih dipindah ke masjid.

“Monas lebih baik digunakan untuk kegiatan sosial,” ungkap dia.

Baca juga  Kemendikbud Imbau Hentikan Tayangan TV Libatkan Orang Banyak

Menurut Abdul, salat tarawih di Monas bisa menimbulkan kesan politis. Dalam konteks luas dan jangka panjang, bisa menjadi preseden untuk kegiatan serupa oleh pemeluk agama lainnya.

“Ya sebaiknya Monas dipergunakan untuk kegiatan sosial bukan untuk kegiatan keagamaan, termasuk tarawih,” tegasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *