Press "Enter" to skip to content

Komisi 8 DPR: Kominfo Kalau Perlu Tutup Akun Bowo

Baru-baru ini jagad dunia maya viral fenomena fans dari remaja 13 tahun yang dikenal dengan nama Bowo Tik Tok. Dia mendadak tenar. Dalam waktu singkat follower akun instagramnya telah mencapai 266rb pengguna.

Fans Bowo ini sangatlah fanatik. Mereka rela hadir ke acara meet and greet yang digelar oleh tokoh idolanya tersebut meski dikenakan tarif yakni sebesar 80 ribu hingga 100 ribu per orang. Tak hanya itu, beberapa orang bahkan rela melakukan aksi nekat di luar nalar. Salah satunya adalah rela menjual ginjalnya demi bertemu Bowo.

Bukan itu saja, seorang fansnya mengatakan dalam sebuah caption di akun instagramnya “aku rela tidak masuk surga, asalkan perawanku pecah sama Bowo.”

Baca juga  Update Corona 30 Agustus 2020 : Tambah 2.858, Kasus Corona Tembus 172.053 Pasien

LEMAHNYA PENDIDIKAN AGAMA
Wakil Ketua Komisi 8 DPR Sodik Mudjahid miris atas fenomena di kalangan remaja ini. Menurut dia, ini karena lemahnya pendidikan agama.

“Masa surga diganti dengan perawan,” tuturnya kepada majalahnurani.com, Senin (2/7/2018).

Lebih dari itu, gejala fenomena anak milenial yang tidak terbina dengan baik dan hanya suka yang spektakuler.

Namun di sisi yang lain, ungkap Sodik, viralnya fenomena ini jangan terlalu dikagetkan. Apalagi sampai disalahkan.

“Tapi dididik dan diluruskan,” terangnya.

DITUTUP

Agar tidak makin viral karena berefek buruk, Sodik menganjurkan agar Kementerian Infokom segera memblokir sementara akun Bowo.

“Saya fikir itu lebih bagus. Kalau perlu ditutup. Karena melanggar Pancasila Ketuhanan YME,” saran dia.

Baca juga  Pendaftar Katering Arab untuk Jamaah Indonesia Meningkat

Sebenarnya menurut Sodik para fans remaja dengan kesadaran bangga sama cowo (bowo) itu tidak apa-apa. Tapi kalau tiada Tuhan selain Bowo adalah salah besar

“Dan itu karena lemah didikan. Ini karena sensasi, efek teknologi dan lemah. Tapi belum tentu melecehkan agama,” tandas dia.01/ Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *