by

Sisihkan Uang Saku, Siswa SD Muhammadiyah 16 Gelar Penyembelihan Qurban

Dengan menyisihkan uang saku selama 1 bulan, siswa siswi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya bisa melaksanakan penyembelihan hewan qurban di sekolah. Dari dana yang terkumpul, panitia menyembelih 4 Sapi dan 16 kambing.

Kamis (23/8), terlihat antusiasme anak anak sekolah kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya dalam kegiatan penyembelihan hewan qurban di sekolah yg terletak di jl Barata Jaya 1 no 11 Surabaya. Dengan didampingi para guru, siswa siswi begitu bersemangat dalam kegiatan tersebut sekaligus mendistribusikan daging qurban.

Jauh sebelum idul adha, para siswa menyisihkan sebagian dari uang saaku. Mereka membuat kaleng tabungan dari kaleng kaleng bekas, tempat kue dan sejenisnya. Kaleng tersebut lantas digunakan siswa untuk menabung dengan menyisihkan uang saku mereka. Dalam tempo waktu 1 bulan, tetkumpul dana tabungan total Rp. 38,734,000.

Baca juga  Belajar Budaya, Siswa Belanda Kunjungi Smamda

“Alhamdulillah, program ini kami lakukan setiap tahun, dan antusias anak-anak sangat luar biasa dalam menyambut hari Raya idul Adha ini,” ujar Heru Tjahyono selaku Tim Inovasi Pengembangan sekolah.

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengajari siswa dalam membiasakan untuk berani berbagi dan berbagi untuk sesama.
Selain hasil dari tabungan siswa, wali murid beserta guru dan karyawan sekolah kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya juga ikut berqurban di sekolah dan berhasil mengurbankan 4 sapi dan 17 kambing yang akan dibagikan kepada warga sekitar sekolah dan para dhuafa. Mereka diundang ke sekolah langsung untuk mengambil daging qurban.

Tidak hanya ketika idul adha saja Sekolah memiliki program ino, namun pada hari raya idul Fitri kemarin siswa juga menabung untuk berinfaq pada bulan ramadhan.

Baca juga  Tablig Akbar, Smamda Hadirkan Dik Doank

“Program sekolah ini Alhamdulillah, banyak didukung oleh wali murid, komite sekolah dan seluruh warga sekolah kreatif 16 Surabaya, karena muatan pembelajarannya tentang berbagi dan menghargai sesama sangat dibutuhkan di era sekarang ini, khususnya anak-anak sebagai penerus bangsa,” pungkas Heru Tjahyono. 01/Yn

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed