by

DPR Minta MUI Panggil Gus Miftah

DPR Minta MUI Panggil Gus Miftah
Komisi VIII DPR saat ini berkomunikasi dengan Kemenag dan Majelis Ulama Indonesia untuk membahas metode dakwah  Gus Miftah di tempat hiburan malam. Alasannya, dakwah yang dilakukannya menyangkut kenyamanan masyarakat.
“Membahas dengan MenteriAgama dan MUI,” kata Anggota VIII Ali Taher.
PEDOMAN KHUSUS
Menurut Ali, ceramah dalam klub malam Gus Miftah tidak semuanya beragama Islam.
“Kita mencoba berbicara lebih dalam dengan Kementerian Agama khususnya Dirjen Bimas Islam serta MUI kita dengar pendapatnya bagaimana supaya menyikapi itu,” ungkap Ali.
Bagi DPR dakwah Gus Miftah tidak salah. Hanya perlu pedoman khusus, utamanya dalam beretika. Untuk itu, DPR menyarankan agar MUI segera memanggil Gus Miftah.
“Sebaiknya MUI mengambil inisiatif untuk memanggil sekaligus mendengar latarbelakang kenapa Kita Miftah menyampaikan dakwah di diskotik,” imbuhnya.
KAIDAH DAN ETIKA
Sementara Pengurus Besar Nahdlaltul Ulama (PBNU) mendukung metode dakwah Miftah Maulana Habiburrahman, alias Gus Miftah yang berdakwah di klab malam. Menurut PBNU berdakwah di tempat hiburan malam memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Dakwah itu suatu aktivitas untuk mengajak manusia agar mengenal Tuhan, sehingga dapat membangun hubungan vertikal dengan benar dan baik. Dari hubungan vertikal yang benar dan baik itu, manusia diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan sesama manusia, sehingga tercipta sebuah masyarakat yang beradab,” kata Ketua PBNU Robikin Emhas dalam siaran pers yang diterima majalahnurani.com (14/9/2018)
Namun demikian dakwah juga perlu memperhatikan kaidah dan etika, yakni dengan lemah lembut dan bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat, termasuk dakwah di lingkungan tempat hiburan malam.
Jika ada pihak yang melarang atau menganjurkan dakwah di tempat-tempat semacam itu, menurut Robikin, perlu dipertanyakan basis moral atau alasannya.
“Bukankah dakwah adalah mengajak masyarakat bergerak mina al-dlulumati ila an-nur; dari kegelapan menuju pancaran sinar Tuhan,” ungkapnya. 01/Bagus
Baca juga  Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Ajukan PSBB

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed