by

Mundur dari Rais Aam, Ma’ruf Jadi Dewan Penasehat NU

Calon wakil presiden KH Maruf Amin memang sudah menyatakan mundur dari jabatan Rais Aam Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU).

Namun, Ma’ruf Amin akan menjadi pimpinan NU menjadi mustayar dewan penasehat.

MEWAKAFKAN DIRI

Saat menggelar konferensi pers Sabtu (22/9/2018), Ma’ruf mengaku berat mundur dari Rais.
Sudah tiga tahun Ma’ruf menjabat Rais Aam. Dia bertekad serius menjalani tugas di jabatan tersebut.

“Semenjak menerima amanah dari Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang, Jawa Timur, tahun 2015 sebagai Rais ‘Aam, saya berazam mewakafkan diri saya untuk menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya. Tugas utama menegakkan dan menjaga manhajul fikri dan manhajul harakah di
lingkungan NU menjadi fokus kerja saya selama ini,” cerita Ma’ruf.

Baca juga  Update Corona 1 Juli 2021: Tambah 24.836, Corona Baru Merajela

Tapi pada akhirnya, Ma’ruf dihadapkan pada pilihan maju sebagai cawapres. Dia menganggap pilihan itu sebagai kesempatan untuk mengabdi pada negara.

“Namun di sisi lain ada situasi yang saya sebagai kader NU tidak bisa menghindar. Bangsa dan Negara memanggil saya untuk memberikan pengabdian terbaik dengan dicalonkan sebagai Wakil Presiden. Saya dididik di lingkungan pesantren yang memegang teguh keyakinan bahwa apabila bangsa dan negara memanggil untuk mengabdi, maka siapapun harus tunduk dan patuh,” sambungnya.

PERTIMBANGAN KYAI

Pada pengambilan keputusan itu, Ma’ruf meminta pertimbangan kepada kiai lainnya. Dia pun disarankan untuk maju sebagai cawapres.

“Dengan tekad bulat, saya merelakan diri untuk menjalankan petunjuk masyayikh dan para kiai tersebut. Meskipun berat saya akhirnya menerima panggilan sebagai calon wakil presiden. Konsekwensinya, saya harus mundur dari tugas sebagai Rais Aam, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga,” tegasnya.

Baca juga  KPU Mulai Tahapan Pilkada, PPK-PPS Aktif 6 Juni

Ketua PBNU Robikin Emhas menjelaskan, meski mundur dari Rais Aam, Ma’ruf tetap sebagai pimpinan NU. Kini Maruf menjadi mustasyar atau dewan penasehat.

“Berdasarkan keputusan rapat PBNU bahwa selepas beliau dari jabatan Rais Aam, beliau ditetapkan sebagai mustasyar PBNU, jadi beliau adalah masih jadi pimpinan kami karena beliau adalah mustasyar PBNU,” tandasnya. 01/Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed