by

Din Syamsuddin Prihatin Abdul Somad Dituduh Anti Pancasila

Ustadz Abdul Somad (UAS) mengunjungi kediaman Din Syamsuddin di jalan Margasatwa Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

PERSEKUSI

Din mengaku yang dibahas dalam pertemuan itu adalah masalah persekusi dan penghadangan yang dialami oleh UAS.

“Tidak secara khusus karena dianggap sudah memahami persoalan yang terjadi, penghadangan, penghalangan, persekusi ke UAS tadi saya nyatakan kita semua prihatin dan saya secara khusus meminta hal itu tidak usah diingat lagi,” ujar Din Syamsuddin dalam rilisnya.

Din bercerita, ada satu fitnah yang sangat mudah sekali terjadi kepada seseorang. Misalnya soal tuduhan Anti Pancasila, maka umat Islam sudah kenyang.

Menurutnya, pada satu atau dua dasawarsa Orde Baru, Umat Islam pernah mendapatkan fitnah, seolah-olah umat Islam itu menentang Pancasila. Hal ini menyakitkan. Saat ini, terjadi lagi dalam bentuk lain. Dituduh anti Pancasila karena mengembangkan khilafah dan lain sebagainya.

Baca juga  Soal Mudik, Gubernur Jatim: Yang Aman Ya Tetap Diam di Rumah

“Sementara, khilafah itu kan ajaran Islam. Tidak bisa kita menafikkannya. Itu ada pemahaman sendiri. Jangan lantas jika ada yang berbicara tentang khilafah, mengutip ayat Alquran tentang khilafah, lantas dituduh anti Pancasila,” sambungnya.

JAGA KERUKUNAN

Din menganggap hal tersebut merupakan bentuk kekeliruan nalar. Tausyiah yang disampaikan Ustadz Abdul Somad menjelaskan khilafah dari Alquran. Menurut Din, UAS adalah ahli hadits. Beliau menjelaskan dari pandangan Islam. Sehingga ia berpandangan umat Islam perlu bersyukur.

Karena umat Islam dihadirkan setiap kurun waktu. Ada da’i-da’i. Satu orang, dua tiga orang, yang kemudian tampil sebagai pencerah pada masyarakat, dan itu saya kira sebagai misi keagamaan, dan itu penting bagi bangsa ini, yang sesuai dengan amanat UUD 1945, dengan mencerdaskan kehidupan Bangsa.

Baca juga  16 Ribu Jamaah Terdaftar di Aplikasi Umrah I’tamarna

“Maka, tolong jangan selalu dilihat secara politis,” saran dia

Kepada umat Islam, Din mengajak agar menjaga kerukunan, ukhuwah. Diharapkan jangan terjadi lagi ada penghalangan atau penghadangan para mubalig, dai. Apalagi secara kekerasan.

“Kalau ada pelanggaran hukum di negara kita, itu urusan polisi,” tegasnya. 01/Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed