Press "Enter" to skip to content

Tips Ajarkan Makna Kurban Bagi Anak

Idul Adha merupakan momentum menstimulasi karakter kaselahan sosial bagi anak. Saat Qurban tiba, anak di berbagai lokasi Masjid seringkali, merasakan keseruan saat melihat hewan qurban akan disembelih.

Meskipun sebagian anak ada yang tak siap saat melihat hewan kurban disembelih. Namun demikian, keseruan ini penting disisipkan pendidikan karakter kepada anak agar ia mampu menangkap makna yang dalam dari prosesi Qurban.

SEJARAH QURBAN

Ketua Komisi Perlindunhan Anak Indonesia Dr Susanto memberikan tips yang perlu diperhatikan orangtua dalam mengajarkan ke anak soal memaknai qurban.

Pertama, ceritakan kepada anak tentang sejarah Qurban, agar anak mengetahui akar sejarah berikut nilai positifnya.

“Kemudian Ajak ada sholat Idul Adha. Mengajak anak dengan sholat idul adha, tak hanya mendidik anak agar taat beribadah, namun ia bisa mengenal akan rangkaian idul adha,” ujar Susanto kepada majalahnurani.com, Ahad (11/8/2019).

Ketiga, lanjut Susanto jangan paksa anak. Artinya, jika anak tidak mau ikut sholat idul adha, jangan paksa mereka. Sepanjang stimulasi terus dilakukan orangtua kepada anak dengan teknik yang baik, pada saatnya ia akan tumbuh kenyamanan untuk menjalankan sholat idul adha.

BUDAYA HORMAT

Kemudian yang keempat, tumbuhkan anak akan pentingnya budaya hormat dan patuh. Saat Nabi Ibrahim diperintah oleh Allah SWT untuk mengurbankan anaknya, Nabi Ismail pun menunjukkan sikap hormat kepada orangtuanya dan patuh atas perintah Allah.

Budaya hormat inilah yang harus dididikkan kepada anak seiring kompleksitas tantangan perkembangan anak dewasa ini. Apalagi ajaran agama, budaya indonesia dan ketentuan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menegaskan bahwa hormat kepada orangtua dan guru merupakan kewajiban.

“Terakhir jelaskan bahwa Qurban selain menjalankan perintah Allah juga mengajarkan untk berbagi kepada orang yg tidak mampu. Dengan demikian, qurban mengajarkan kepekaan sosial dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan,” tandas dia. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *