Press "Enter" to skip to content

Kemenag Sosialisaikan Moderasi Beragama

Kementerian Agama menyosialisaikan pemahaman moderasi beragama.

Hal itu diutarakan Menteri Lukman Hakim Saifuddin terkait adanya kejadian penusukan Menpolhukam yang diduga pelakunya merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daula (JAD).

Pemahaman Agama

Menurut Menag Lukman seperti rilis yang diterima majalahnurani.com, yang dimoderasi yakni cara beragama di tengah masyarakat.

“Kita sosialisasikan bagaimana cara kita memahami agama, cara kita mengamalkan agama itulah yang kita moderasi. Ini yang terus kita sosialisaikan,” kata menteri.

Sebagaimana setelah didalami polisi bahwa pelaku merupakan anggota JAD, Lukman menjelaskan,
pemahan moderasi agama diartikan bahwa jangan sampai seseorang terjebak dan terperosok pada pemahana dan tindakan ekstrim.

Namun demikian lawannya harus senantiasa moderat. Mengenai tindakan JAD yang mengatasnamakan agama Islam, Lukman menegaskan inti pokok agama adalah mengajarkan bagaimana setiap orang menghargai martabat kemanusiaan.

Menolak Kekerasan

Oleh sebab itu, tegas Menag, semua tentu tak ingin agama justru membuat seseorang melakukan tindakan yang bertolak belakang dengan inti pokok ajarannya. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Saya kira setiap agama menolak cara kekerasan dalam mengatasi persoalan yang ada, karena setiap agama pastilah mengajak terwujudnya kedamaian dengan menebarkan kasih sayang,” tandas dia. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *