Ada tiga poin hasil rapat pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap pernyataan kontroversi Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan ayahnya, Bung Karno.
Menyinggung Umat
Pertama, setelah mengamati video tersebut, MUI menyatakan Sukmawati telah menyinggung hati dan perasaan umat Islam.
Dikonfirmasi majalahnurani.com Rabu (20/11/2019) Sekjen MUI Anwar Abbas mengaku, Sukma telah mengusik ranah keyakinan umat. Bahwa nabi dan rasul tidak bisa dibandingkan dengan tokoh lain.
“Ini membandingkan Nabi Muhammad dengan Bung Karno,” kata dia.
Yang kedua, akibat dampak dari pernyataan tersebut, telah membuat banyak elemen masyarakat yang mengungkapkan kekecewaannya. MUI juga menyadari sepenuhnya mengenai upaya pelaporan oleh elemen masyarakat ke kepolisian terhadap Sukmawati.
Menahan Diri
Poin ketiga, MUI menghormati proses hukum yang diberlakukan kepada Sukmawati. MUI juga mengimbau semua pihak agar menahan diri.
“MUI mengimbau kepada para pihak agar dalam menghadapi masalah ini tetap bisa mengendalikan diri dan memperhatikan undang-undang serta ketentuan yang berlaku dalam Republik Indonesia. Agar masalah ini tidak melebar ke mana-mana dan tidak mengganggu keamanan dan stabilitas dalam negeri,” jelasnya.
Anwar meminta semua pihak tidak melakukan tindakan anarkis dalam menolak pernyataan Sukmawati. MUI juga akan mempertimbangkan jika diminta menjadi saksi ahli.
“Kalau diproses secara hukum akan kita kaji, akan kita kirim saksi ahlinya atau tidak,” tandas dia. 01/Bagus






