Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersatu dan bersama-sama membangun bangsa Indonesia.
Sejahterakan Rakyat
Menurutnya awal tahun 2020 ini, dengan bersatunya Muhammadiyah dan PBNU dalam membangun bangsa maka akan menyejahterakan rakyat.
Dikonfirmasi majalahnurani.com Kamis (2/1/2020) Anwar membenarkan bahwa dua ormas besar ini bersatu membangun bangsa.
“Iya benar jika dua ormas Islam terbesar ini bisa kompak dan bersatu mengajak elemen-elemen masyarakat lainnya untuk bergerak, akan lahir kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tuturnya.
Selain itu juga terbukanya peluang bagi masyarakat lapis bawah untuk melakukan mobilitas vertikal dari kelas bawah ke kelas menengah dan dari kelas menengah ke kelas atas.
“Kami harapkan gap status sosial semakin menipis, dengan demikian ketegangan dan kecemburuan sosial dan ekonomi antara sesama anak bangsa bisa ditekan,” tambahnya.
Kebersamaan sebagai sesama warga bangsa yang kuat, kata Anwar, sangat diperlukan untuk menggerakkan dan membangun negeri ini demi menjadi negeri yang maju, adil dan beradab.
“Pilar kekuatan masyarakat sipil harus diperkuat untuk mengimbangi kekuatan penguasa. Civil society harus tampil memberikan pengaruh dan berpartisipasi secara maksimal,” sambugnya.
Civil Society
Oleh karena itu mengatasi masalah ketimpangan diharapkan ada peranan civil society seperti organisasi masyarakat.
“Maka NU dan Muhammadiyah bisa bersatu. Ke depan agar ketimpangan ini bisa kita atasi dan kurangi maka civil society sebagai pilar ketiga harus tampil memberikan pengaruh dan berpartisipasi secara maksimal,” urainya.
Untuk itu Muhammadiyah mengharapkan dua ormas Islam terbesar di negeri ini, bisa kompak dan bersatu dengan mengajak elemen-elemen masyarakat lain untuk memperjuangkan dan memperbaiki nasib rakyat banyak yang selama ini termarginalkan.
Dari pengamatan Muhammadiyah, selama ini ‘aliansi antara penguasa dan usaha-usaha besar’ membuat sulit lahirnya kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat banyak. Dia menilai aliansi dua komponen itu belum membuka peluang bagi masyarakat untuk ‘naik kelas’ secara ekonomi.
“Kita harapkan jarak antara kelas atas dan bawah tidak lagi tinggi dan dengan demikian ketegangan dan kecemburuan sosial dan ekonomi antara sesama anak bangsa akan bisa ditekan dan diturunkan secara signifikan kalau tidak bisa dihilangkan sehingga rasa kebersamaan di antara kita sebagai sesama warga bangsa akan semakin kuat,” tandasnya.01) Bagus












