Kementerian pendidikan dan kebudayaan secara resmi meliburkan sekolah SD, SMP dan SMA hingga 14 hari ke depan. Siswa dianjurkan untuk belajar di rumah agar aman dari penyebaran virus Corona.
Untuk mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim membenarkan bahwa pihaknya mendukung kebijakan pemerintah daerah (Pemda) yang meliburkan sekolah dan menunda pelaksanaan ujian Nasional (UN).
Dari keterangan Nadiem kepada majalah nurani.com, Ahad (15/3/2020), dia mengatakan dampak penyebaran Covid-19 akan berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
“Kami siap dukung kebijakan yang diambil Pemda. Keamanan dan keselamatan peserta didik serta guru dan tenaga kependidikan itu yang utama,” katanya.
Belajar Online
Nadiem juga mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan di semua lini pemerintahan daerah serta mitra di kalangan swasta dalam menerapkan metode belajar online atau dalam jaringan (daring).
“Kemendikbud siap dengan semua skenario termasuk penerapan bekerja bersama-sama untuk mendorong pembelajaran secara daring untuk para siswa,” tambahnya.
Untuk mendukung itu semua, Kemendikbud telah mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android bernama Rumah Belajar. Portal Rumah Belajar dapat diakses di belajar.kemdikbud.go.id.
Beberapa fitur unggulan yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru di antaranya Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal.
Rumah Belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SekolahDasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.01/ Bagus






