Masyarakat Jawa Timur kini bisa mengecek awal adanya gejala Covid-19 mulai hari ini Kamis (18/3/2029). Pasalnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meluncurkan Jatim Tanggap Covid-19 melalui Jatim Self Assesments untuk mendeteksi diri (self check) dari corona virus disease (Covid-19).
Pemeriksaan Gejala
Cara mengeceknya mudah. Anda tinggal ngeklik web melalui checkupcovid19.jatimprov.go.id. Seperti diketahui peluncuran laman ini dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Bappeda Provinsi Jatim, Rudy Ermawan Yulianto dan Kepala Dinas Kominfo Jatim, Benny Sampir Wanto di Gedung Negara Grahadi Surabaya kemarin.
“Self check jadi solusi bagi jumlah penduduk di Jatim yang berjumlah 40,7 juta jiwa. Nanti akan tersambung dengan call center 1500117. Cara ini yang memungkinkan bisa menjawab pemeriksaan gejala COVid-19,” tuturnya.
Laman ini bisa diakses dari telepon seluler maupun komputer, kapan pun dan di mana saja.
Dengan adanya laman tersebut, kata dia, diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan sehingga masyarakat tak perlu berbondong-bondong ke rumah sakit untuk memastikan terkena virus COVID-19 atau tidak.
“Di laman itu ada pertanyaan dan jawaban yang diakhiri dengan kesimpulan. Dari situ dapat mendeteksi diri kita. Kalau kesimpulannya baik, maka tidak perlu khawatir. Tapi kalau kesimpulannya harus mendapat penanganan, maka ada call center yang 24 jam siap dihubungi untuk membantu,” tuturnya.
Khofifah menjelaskan bahwa teknologi tersebut merupakan yang pertama dan diharapkan ke depannya akan terkoneksi dengan pusat maupun provinsi lain.
Ia menjelaskan, operasional laman tidak sulit karena bisa diakses dari mana saja, termasuk dari dalam maupun luar negeri.
“Bagi masyarakat yang ragu-ragu terkena virus atau tidak, silakan dibuka lamannya dan lakukan pemeriksaan mandiri,” jelas Gubernur Jatim Khofifah.
Data Kasus Corona
Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mengembangkan aplikasi pemantauan kasus virus corona.
“Masyarakat bisa memantau perkembangan kasus Corona,” tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Barat juga membuat pikobar.jabarprov.go.id yang memuat data kasus virus corona, pasien sembuh dan meninggal dunia.
Situs web itu kemudian dikembangkan menjadi aplikasi.
“Kami merilis aplikasi ini bernama Pikobar. Ini sedang diregistrasikan ke Google dan akan dirilis,” terang Ridwan. 01/Bagus






