Kronologi Jenazah Diantar dengan Mobil Terbuka

Jenazah Alm. Edi (39), warga Kampung Listrik Desa Labuan Kecamatan Labuan, Banten, terpaksa harus diantar dengan kendaraan bak terbuka. Hal itu dikarenakan pihak keluarga tidak mendapatkan pinjaman ambulans oleh Puskesmas Labuan. Pasalnya Ambulans yang ada sedang disterilkan oleh cairan disinfektan.

Kejadian tersebut berawal, saat pasien datang pukul 20.18 WIB malam dengan keluhan sesak, nyeri ulu hati, keringat dingin. Namun tidak ada riwayat perjalanan dari luar kota, melihat Kondisi, hasil anamnesa dan keadaan pasien disarankan untuk di rujuk ke RSUD Berkah Pandeglang. Tetapi pihak keluarga menunda dengan alasan menunggu istrinya dan akan membuat SKTM dahulu.

Kemudian, pukul 23.00 WIB pasien meninggal dunia, kemudian disampaikan kepada pihak keluarga bahwa mobil ambulans Puskesmas Labuan sedang di Lakukan Sterilisasi Desinfektan.
Karena sudah dipakai merujuk ODP suspect COVID-19 dan keluarga sudah memahami dan menerima kondisi yang ada pada saat ini.

Salah satu kerabat almarhum, Tatang Konbes mengatakan, tidak diizinkannya mengantarkan jenazah almarhum menggunakan ambulance, dengan alasan ambulans milik PKM Labuan sedang dalam proses sterilisasi.

“Kami tidak diizinkan mengantarkan jenazah almarhum menggunakan mobil ambulans milik PKM Labuan. Dengan alasan dalam proses sterilisasi, karena tadi siang mobil tersebut bekas digunakan untuk mengantarkan terduga pasien corona. Sekalipun di PKM Labuan ada dua mobil ambulans,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa 21 April 2020.

Ia menyampaikan, bahwa almarhum Edi meninggal karena mengidap penyakit lambung. Namun dirinya merasa sangat miris jika jenazah Almarhum harus dibawa menggunakan mobil bak terbuka ke rumah kediamannya.

“Saya hanya merasa sangat miris, Almarhum harus diantarkan pakai mobil bak terbuka ke ke rumahnya,” Imbuhnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, H. Yadi Rusmiadi menuturkan, untuk masalah teknis seperti itu dirinya meminta kepada pelayan kesehatan untuk lebih optimal, karena persoalan kesehatan berhubungan dengan nyawa.
“Saya harap itu menjadi evaluasi bersama, agar tidak terjadi prihal yang seperti itu, ini maslah nyawa jangan main-main,” katanya.

Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Labuan, Angga Iskandarwinata mengatakan, untuk permasalahan warga yang meninggal dibawa pickup, dirinya mengklaim sudah dilakukan musyawarah dengan pihak keluarga almarhum, bahkan dirinya memberikan santunan kepada pihak almarhum.

“Setelah dilakukan musyawarah dengan ditengahi oleh anggota Polri, akhirnya alternatif/solusi bersama jenazah dibawa menggunakan mobil dari pihak keluarga. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *