Oleh
Nur Cahya Hadi, Direktur Majalah Nurani Indonesia
Bismillah…..
Saudaraku, di dalam Alquran surat Yusuf dikisahkan bagaimana seorang raja Mesir yang kebingungan terhadap mimpi yang dialaminya.
Dalam Alquran Surat Yusuf Ayat 43, disebutkan:
“Raja berkata, “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus. Dan aku juga melihat tujuh tangkai gandum hijau (basah) dan tujuh tangkai gandum kering. Wahai para pemimpin dan para pembesar yang terhormat! Berilah aku penjelasan tentang takwil mimpiku itu, jika kalian memiliki pengetahuan tentang takwil mimpi.”
Ternyata yang bisa menakwilkan mimpi raja itu adalah nabi Yusuf AS.
Dikatakan bahwa negara akan mengalami surplus bahan pangan selama tujuh tahun dan akan mengalami krisis pangan/paceklik setelah tujuh tahun berikutnya. Sungguh takwil mimpi yang luar biasa.
PELAJARAN BERHEMAT
Apa hubungan antara kisah nabi Yusuf yang mentakwilkan mimpi Raja Mesir dengan kondisi kita sekarang ini?
Ibrah atau pelajaran yang bisa diambil dari kisah itu adalah kita diminta untuk sedia payung sebelum hujan, jangan lebih besar pasak daripada tiang. Dalam hidup kita harus mampu berfikir untuk masa depan kita. Jangan kemudian pada saat kita lancar bekerja dan memiliki banyak uang, lalu kita habiskan semua karena kita berfikir bulan depan masih dapat gaji lagi. Utang diperbanyak karena bisa dicicl tiap bulan. Kita tetap harus berfikir untuk berhemat dan menabung menjaga kemungkinan terburuk terjadi pada diri kita dan keluarga kita.
Saat wabah Corona sekarang ini, banyak orang yang menjadi miskin mendadak. Ada yang diPHK, dirumahkan dari tempat kerja. Banyak pengusaha dan pedagang yang gulung tikar karena sepi pembeli. Aneka usaha bangkrut secara tiba tiba. Padahal sebulan yang lalu masih lancar semua. Sampai kapan kondisi seperti sekarang ini berakhir? Tidak ada yang bisa menjawab.
Kalau sudah seperti itu, maka dana, uang atau harta yang sedang kita miliki sekarang harus mampu dimanage untuk kehidupan ke depan dengan lebih baik. Kalau jaman Nabi Yusuf gandum gandum hasil panen itu disimpan digudang dan dikeluarkan sedikit demi sedikit untuk kepentingan rakyat pada saat krisis pangan. Kita harus meniru ilmu nabi Yusuf. Beberapa hari ke depan harus diatur betul dana yang masih ada pada kita ini untuk membeli kebutuhan yang pokok saja. Hanya kebutuhan primer saja. Yang penting keluarga kita tidak sampai kekurangan pangan.
Sedangkan ke depan, wabah Corona ini akan menjadi pelajaran berharga kepada kita semua akan perlunya hidup hemat dan tidak menghamburkan uang demi gaya hidup yang tidak akan ada habisnya.
PERINGATAN NABI
Sebetulnya, Rasulullah juga telah memberikan peringatan agar kita mempersiapkan masa sulit pada saat kita diberi kemudahan, dan mempersiapkan masa kekurangan pada saat kita diberi kekayaan. Sebagaimana sabdanya:
“Pergunakanlah yang lima sebelum datangnya yang lima. Pergunakanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa luangmu sebelum masa sempitmu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, dan masa hidupmu sebelum masa matimu” (HR. Imam Hakim).
Saudaraku, ternyata hikmah dari wabah Corona ini mampu menyadarkan kita akan pelajaran berhemat yang dicontohkan Nabi Yusuf saat menjadi bendahara Kerajaan Mesir dan pelajaran mempersiapkan masa depan kita sebagaimana diperintahkan Rasulullah.
Semoga bermanfaat….






