Dampak Corona, 50 Persen Sekolah Islam Kesulitan Financial

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2020, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia mengungkap survey bahwa sekitar 50-56 persen sekolah swasta mengalami kesulitan finansial akibat dampak Corona.

JSIT pun meminta Pemerintah lebih memperhatikan kondisi sekolah swasta di masa Pandemi Covid-19.

JSIT saat ini beranggotakan 2.313 sekolah Islam yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kesulitan Bayar SPP

Ketua JSIT Indonesia Mohammad Zahri menjelaskan, berdasarkan survei internal maupun eksternal, sekitar 50-56 persen sekolah swasta mengalami kesulitan finansial.

Menurutnya, kesulitan finansial yang dirasakan sekolah swasta yang merupakan anggota JSIT Indonesia, persentase hampir sama dengan yang disampaikan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad.

Baca juga  Hakim Tolak Praperadilan Gus Yaqut dalam Perkara Korupsi Kuota Haji

“Dimana sekitar 56 persen sekolah swasta terdampak dengan mewabahnya Covid-19,” kata Zahri, Sabtu (2/5/2020).

Dia mengamati bahwa kondisi ini terlihat dari fenomena para orang tua yang kesulitan membayar SPP sekolah dan adanya tuntutan orang tua murid agar mendapatkan pemotongan biaya SPP.

Hal ini dikarenakan tidak adanya kegiatan pembelajaran di sekolah yang berimplikasi pada biaya operasional sekolah untuk gaji dan pemeliharaan sekolah.

Jika hal ini terus berlanjut, lanjut Zahri, akan sangat mempengaruhi daya tahan sekolah untuk membayar gaji guru dan karyawan sekolah serta bisa berakibat kepada pemutusan hubungan kerja dan dalam jangka panjang akan mengganggu proses pendidikan di sekolah.

Skema Bantuan

Baca juga  Jasa Marga Berlakukan Diskon Tarif Tol 30 Persen saat Arus Mudik

Untuk itu, dia meminta Pemerintah untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi Covid-19 sehingga bisa segera merumuskan skema bantuan bagi lembaga-lembaga pendidikan swasta dari tingkat pendidikan usia dini, dasar, menengah hingga perguruan yang mengalami kesulitan biaya operasional.

“Lembaga pendidikan swasta ini juga mohon diperhatikan Pemerintah, karena merupakan penyangga utama pendidikan di Tanah Air, mengingat timpangnya jumlah lembaga pendidikan milik pemerintah dengan anak usia didik di Indonesia,” tegas Zahri.

Oleh karena itu, JSIT Indonesia meminta pemerintah untuk segera mencari solusi yang komprehensif dalam mengantisipasi keadaan ini dan implikasinya pada masa mendatang.

Zahri berharap Pemerintah memberikan alternatif stimulus dan relaksasi bagi sekolah-sekolah swasta dalam menghadapi keterbatasan anggaran karena kesulitan bayar dari orang tua.

Baca juga  SMK YPM 1 Taman Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an, Berikan Beasiswa Tahfidz untuk Siswa

“Mempertimbangkan untuk memberikan bantuan likuiditas kepada sekolah swasta terdampak selama masa pandemi. Memberikan prioritas dalam pemberian kartu prakerja kepada guru honorer dan guru swasta yang terdampak karena mengalami PHK,” pungkasnya.01/ Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *