Benarkah Pasien Sembuh Bisa Kembali Terinfeksi Corona?

Pada kasus ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, Ori Kurniawan, Koordinator Tim Penanganan Covid19 RSUP Haji Adam Malik, dr. Ade Rahmaini, M.Ked (Paru), Sp.P, membenarkan, bahwa hasil tes Swab Ori memang positif Corona

Reinfeksi

Namun demikian, kasus Ori Kurniawan tak bisa buru-buru dikatakan reinfeksi Covid19 kembali.

Menurutnya, setiap false positif positif dapat terjadi kepada setiap pasien meskipun hasil swabnya positif.

“Gak bisa buru buru dikatakan reinfeksi. Atau istilahnya kena covid lagi. Iya memang positif hasilnya, Tapi jangan buru buru mengatakan itu reinfeksi lagi. Karena false positif bisa saja terjadi,” tutur Ade Selasa (5/5/2020).

Ade menguraikan, pada pasien-pasien yang telah sembuh dari Covid-19, bisa menjadi bagian proses penyembuhan dimana ada sel-sel mati dari paru yang naik ke saluran napas atas dan ada yang bisa terdeteksi sebagai hasil positif (+).

“Namun tidak bersifat infeksius,” ungkapnya.

Untuk dapat dikatakan positif Covid-19, lanjutnya, pada seseorang harus membutuhkan 3000 copi virus. Dan mungkin saja bisa terjadi pada pasien yang sembuh.

Tanpa Gejala

Apakah relaps atau tidak? Maksudnya kambuh atau reaktivasi lagi virusnya? Kata Ade, bisa juga terjadi.
Karena untuk mendapatkan hasil positif pada PCR itu membutuhkan sekitar 3000 copi virus.

Kalau virusnya tidak sampai sejumlah itu maka hasilnya negatif. Namun virus itu bisa bereplikasi. Dan ketika jumlahnya makin bertambah dari hasil replikasinya, akan positif lagi dan menimbulkan gejala.

Pada kasus Ori Kurniawan, menurt Ade, tidak memiliki gejala Covid-19 lagi.

“Nah agar semua menjadi aman dan nyaman. Kita follow up saja lagi pasiennya. Kita periksa lagi Swabnya nanti. Ketika positif gini jadi heboh,” tandasnya. 01/Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *