Hikmah Nuzulul Quran: Saatnya Alquran Menjadi Obat

Oleh
Drs H Nur Cahya Hadi, Direktur Majalah Nurani Indonesia.

Bismillah…..
Saudaraku, setiap kita memasuki bulan Ramadhan maka kita akan mengenang waktu diturunkannya Alquran yang biasa disebut dengan Nuzulul Quran. Nuzulul Quran jatuh pada setiap 17 Ramadhan. Tahun 2020 ini, Nuzulul Quran bertepatan dengan hari Sabtu, 9 Mei 2020.

Nuzulul Quran merupakan malam turunnya Al Quran ke bumi pertama kalinya. Al Quran diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia.

Kemudian diturunkan berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad S.A.W.
Alquran diturunkan di bulan ramadhan sesuai dengan firman Allah:
” Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…… (QS Al-Baqarah 185)

Saudaraku, banyak hikmah yang bisa kita ambil dalam peringatan Nuzulul Quran tahun ini. Selain mendapat petunjuk, dengan belajar dan membaca alquran maka sesungguhnya, kita akan diberi Allah Ilham atau kepekaan untuk membedakan yang hak dan batil.

TADARUS KELUARGA
Dalam kondisi negara sedang ‘sakit’ karena Corona seperti sekarang ini, sudah dapat dipastikan tidak akan ada lagi acara seremonial atau pengajian Akbar untuk memperingati Nuzulul Quran. Meski tanpa ada peringatan atau perayaan, tetapi sebenarnya keberadaan Alquran sangat terasa pada saat dunia diguncang wabah seperti sekarang ini. Alquran semakin membumi. Di beberapa rumah banyak terdengar bacaan alquran, yang dulu jarang kita temui, kecuali tadarus di masjid. Berkumpulnya keluarga karena masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini justru membuat rumah semakin bersinar dengan bacaan Alquran. Rumah yang jarang dipakai untuk membaca Alquran, sekarang justru suasanya seperti pondok pesantren. Tadarus Alquran dalam satu keluarga besar, sekarang banyak kita temui. Alhamdulillah, inilah salah satu hikmah bencana Corona, menyatukan keluarga kita dengan Alquran.

OBAT SAKIT
Selain itu, hikmah lain Nuzulul quran pada saat Indonesia diguncang Corona seperti sekarang ini adalah orang mulai ingat bahwa Alquran itu adalah obat yang paling mujarab. Dan informasi bahwa Alquran ini adalah obat disebutkan Allah dalam Alquran:
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS Al Isra’ 82).

Masya Allah, beberapa pasien penderita Corona ternyata berhasil sembuh dengan rutin membaca Alquran.
Perhatikan testimoni Marzuki (54) asal Lampung yang selama 29 hari diisolasi karena positif corona. Hari harinya selalu dia isi dengan membaca alquran.

Dia akhirnya diperbolehkan pulang pada Sabtu (18/4). Setiap tidak bisa tidur atau terjaga dari tidur, Marzuki membuka Al Quran dan melanjutkan mengaji. Kondisi yang sama juga dialami pasien dengan inisial J.

Pasien Corona yang dirawat di RSUD Sulbar itu juga banyak membaca Alquran selama masa isolasi.
Yang mengejutkan, menurut kesaksian sejumlah staf RSUD Sulbar, bahwa pasien J ini sejak dirawat di ruang isolasi, rajin mengaji dan sholat lima waktu. Karenanya atas izin Allah SWT semakin hari kondisi kesehatannya semakin membaik
Pengalaman yang sama juga dialami oleh
Fitriyani (52).

Seluruh rekan Fitriyani menanyakan perihal apa yang mesti dikirim ke rumah sakit untuk dirinya. Lantas, ia pun tak banyak keinginan, hanya satu yang terlintas dibenaknya, yaitu Alquran.

“Saya hanya bilang, kirimkan saya Alquran. Soalnya mukena saya sudah bawa. Saya hanya butuh Alquran, dengan Alquran inilah membuat saya kuat selalu,” tuturnya.

Hari-hari Fitriyani di ruang isolasi hanya habis untuk melafalkan ayat suci Alquran. Hanya itu sebagai penyemangat hidupnya menjalani cobaan terberat itu.

Hari terus berlalu, memasuki masa perawatan di hari ke-10, infus di tangan Fitriyani mulai dilepas tim medis. Pernafasannya pun mulai terasa nyaman. Rasa syukur terus ia panjatkan dengan keadaan kondisinya yang tahap demi tahap mulai membaik.

Saudaraku, tiga testimoni pasien Corona tersebut semakin meyakinkan kita bahwa selain sebagai petunjuk, Alquran juga bisa mengobati penyakit fisik. Ingatlah bahwa sehat dan sakit itu dari Allah, dan kalau Allah sudah menghendaki sembuh maka tidak ada orang yang bisa menghalanginya.

OBAT HATI
Selain sebagai obat bagi penderita sakit secara fisik, Alquran juga sangat mujarab untuk menyembuhkan penyakit rohani. Kondisi seperti sekarang, dimana banyak orang stres karena usaha bangkrut, di PHK, di rumahkan, jualan tidak laku, dan seabrek permasalahan lainnya, sesungguhnya obatnya hanya ngaji Alquran. Sebagaimana firman Allah:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Membaca Alquran termasuk berdzikir kepada Allah. Bahkan janji bahwa kalau kita mau ngaji akan diberi obat kegelisahan berupa ketenangan hati juga disebutkan dalam sebuah hadis:
“Apabila suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) sambil membaca Alquran dan saling bertadarus bersama-sama, niscaya akan turun ketenangan atas mereka, rahmat Allah akan meliputi mereka, para malaikat akan melindungi mereka dan Allah menyebut mereka kepada makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya” (Hadits Riwayat Muslim)

Dalam hadis di atas, janji rasulullah sudah sangat jelas. Kalau kita mau tadarus Alquran maka akan diturunkan ketenangan, Rahmad dan didoakan malaikat. Maka sesungguhnya pada saat hati kita sedang resah, gelisah, galau karena memikirkan musibah dari dampak wabah Corona yang sekarang melanda kita, akan selesai semuanya dengan ngaji Alquran. Dengan ngaji maka hati kita menjadi tenang dan Allah yang akan menyelesaikan semua problem hidup kita. Karena Allah-lah tempat kita menyembah dan berpasrah diri serta Allah juga tempat kita meminta pertolongan.
Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *