Press "Enter" to skip to content

Prostitusi Online di Surabaya, Lewat Aplikasi MiChat

Polrestabes Surabaya mengembangkan kasus praktik prostitusi online yang terjadi di Surabaya.

Hasilnya, diketahui prostitusi online ini memanfaatkan aplikasi MiChat dari ponsel.

APLIKASI PERCAKAPAN

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra menjelaskan para muncikari ini menawarkan anak buahnya melalui aplikasi percakapan dan media sosial.

Kemudian, mereka membuat sebuah janji di salah satu hotel di kawasan Gubeng Surabaya.

“Modus operandinya yang pertama mereka ini menjajakan diri lewat MiChat, kemudian di MiChat ada adminnya. Adminnya itu muncikarinya, kalau misalnya berminat dia ngirim foto tinggal pilih lalu diarahkan ke hotel di Gubeng,” jelas Agung, Jumat (15/5/2020).

HASIL DIBAGI DUA

Baca juga  BPJS Kesehatan Naik Lagi, Wasekjen MUI : Apes

Dari obrolan di aplikasi tersebut, Muncikari menawarkan tarif.

“Ada yang Rp 200 ribu, Rp 150, ada yang 500 ribu, Rp 800 ribu, tergantung ceweknya,” urai Agung.

Hasil transaksi ini, kemudian dibagi dua dengan muncikari. Jika tarif yang dipatok terlalu murah, Agung menyebut terkadang muncikari mengaku hanya mengambil sedikit keuntungan.

“Tapi kebanyakan misalnya ada yang tarif Rp 300 ribu, muncikari ndak ngambil banyak. Ambilnya Rp 100 ribu, ceweknya dapat Rp 200 ribu. Tapi misal ada yang besar Rp 750 ribu sampai Rp 800 ribu itu bagi dua mereka,” tandasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *