Press "Enter" to skip to content

Rumah Sakit Sudah Kesulitan Nampung Pasien Corona

Selama 6 hari tercatat ada tambahan 578 kasus di Jawa Timur. Hingga kemarin, pasien positif Corona mencapai 1.858 kasus. Total ini berada di urutan ke dua setelah DKI Jakarta.

PENAMBAHAN DRASTIS

Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengakui bahwa memang ada penambahan drastis beberapa hari terakhir. Pasalnya, Pemprov Jatim menggencarkan tes massal kepada warga.

“Semakin banyak orang yang diperiksa, tes itu lebih baik,” kata Joni, Jumat (15/5/2020).

Diketahui tes secara massal ini dilakukan dengan rapid test. Menurut Joni, Rapid tes bisa mempercepat penanganan terhadap seseorang utamanya yang berisiko dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Baca juga  Menyedihkan, 67 Nakes Kembali Terinfeksi Corona

“Dimasifkan rapid test. Tes ini cepat keluarnya, sehingga penanganan bisa langsung dilakukan. Tidak apa-apa penambahan banyak, asal kita sudah menjangkau banyak orang. Tetapi kita juga punya batas alat, tidak bisa langsung lebih banyak,” ungkapnya.

KESULITAN

Namun demikian, Joni mengakui bahwa dampak tes masal secara masif yakni ketersediaan rumah sakit bagi pasien.

“RS kesulitan mencari tempat yang pas. Tidak semua tempat tidur bisa buat COVID-19, harus masuk isolasi negatif, supaya tidak menularkan ke tenaga medisnya,” tandasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *