Press "Enter" to skip to content

Waspadai Uang Palsu, Beredar di Surabaya-Sidoarjo

Jelang Hari Raya Idul Fitri masyarakat perlu waspada dengan peredaran uang palsu. Terutama toko kelontong, pedagang kaki lima yang tidak memiliki mesin untuk memeriksa keaslian uang.

Hari ini Unit Reskrim Polsek Sawahan merilis pengedar uang palsu. Polsek menangkap ya pelaku. Keduanya merupakan sindikat pengedar uang palsu antar kota.

Keduanya ditangkap setelah mengedarkan uang palsu di wilayah Simo dan Jalan Pacuan Kuda, Surabaya.

Kapolsek Sawahan, AKP Wisnu Setyawan Kuncoro memaparkan, kedua tersangka merupakan pengedar uang palsu asal Bangkalan, Madura.

Dia bernama Mardiana (49), warga asal Desa Jambu, dan Burneh dan Rahmawati (43) warga asal Desa Nongronggih, Perreng, Burneh.

Baca juga  Update Positif Corona 21 Agustus: Bertambah 2.317, Total 149.408 Orang

Keduanya ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Sawahan dipimpin Kanit Reskrim Iptu Ristitanti di tempat berbeda.

“Kami sita barang bukti uang palsu bentuk rupiah pecahan 10 ribu sebanyak 517 lembar dan pecahan 20 ribu sebanyak 22 lembar,” terang Wisnu, Jumat (15/5/2020).

PECAHAN 10 RIBU

Tim Wisnu awalnya menangkap Mardiana setelah teridentifikasi membeli rokok di sebuah toko di Simo Kwagean Kuburan. Mardiana menggunakan uang palsu pecahan 10 ribu.

“Setelah digeledah, tim kami menemukan uang palsu pecahan 10 ribu sebanyak 17 lembar dan pecahan 20 ribu sebanyak 22 lembar,” urai Wisnu.

Mardiana mengaku bahwa ia mendapatkan uang palsu itu dari seorang wanita bermana Rahmawati. Polisi pun langsung memburu Rahmawati.

Baca juga  Update Positif Corona 20 Agustus: Bertambah 2.266, Total 147.211 Orang

Rahmawati kemudian ditangkap di rumah kontrakannya di Tambak Kemeraan, Krian, Sidoarjo.

“Dalam penggeledahan tim kami menemukan uang palsu bentuk rupiah pecahan 10 ribu sebanyak 200 lembar yang disimpan di dalam tasnya, yang kemudian disembunyikan di dalam kamarnya,” ungkap Wisnu.

Rahmawati akhirnya mengaku masih menyimpan uang palsu di sebuah rumah di Desa Plumpung, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersebut, kembali ditemukan barang bukti uang palsu bentuk rupiah pecahan 10 ribu sebanyak 300 lembar.

MENYASAR KIOS

Rahmawati mengaku jika mendapatkan uang palsu itu dari seorang laki-laki berinisial AZ yang saat ini masih ditahan di Mapolsek Tambun, Polres Metro Bekasi dalam kasus yang sama, yaitu peredaran uang palsu.

Baca juga  Sebaran 467 Corona Baru, DKI Jakarta & Jatim Teringgi

“Kedua tersangka ini mengedarkan uang palsu selama satu tahun. Yang disasar adalah toko atau kios kecil dengan cara membeli sesuatu. Tidak hanya di Surabaya, mereka juga tercatat beraksi di Mojokerto, Sidoarjo dan Krian. Kasus ini masih kami kembangkan,” tandasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *