Press "Enter" to skip to content

 Lagi, ABK WNI Jadi Korban Ekploitasi Kapal China, Dianiaya Hingga Meninggal, Jasadnya Dibuang ke Laut

Satu lagi ABK Indonesia disiksa dan setelah meninggal dunia, jasadnya dibuang ke laut. Sebuah video viral di media sosial menunjukkan penganiayaan dan kekerasan fisik yang diduga dialami warga negara Indonesia.

WNI itu menjadi anak buah kapal atau ABK di kapal penangkap ikan berbendera China, Luqing Yuan Yu 623. Kekerasan fisik yang dialami oleh ABK bernama Herdianto itu diduga menjadi penyebab ia tewas dan dilarung ke laut Somalia.

“Sebelum meninggal, Herdianto terindikasi terjadi mengalami penganiayaan, tindakan kekerasan fisik (pukulan dan tendangan dengan menggunakan pipa besi, botol kaca dan setrum),” ujar M. Abdi Suhufan dari National Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Ahad (17/5).

Baca juga  Peringati Muharam, Muhammadiyah Ajak Umat Hijrah dari Keterbelakangan

Abdi mengatakan, kekerasan fisik terhadap Herdianto mengarah kepada indikasi kerja paksa. Akibatnya, Herdianto lumpuh hingga akhirnya meninggal dunia.
“Pada saat kejadian meninggalnya Herdianto, para ABK meminta kembali ke ke darat tapi tidak diizinkan nakhoda dan tetap menangkap ikan.”

Praktik perbudakan dan kekerasan yang dialami Herdianto itu viral di media sosial setelah video pembuangan jenazahnya beredar pada Sabtu, (16/5). Dalam video yang terbagi menjadi beberapa bagian itu, terlihat juga kondisi ABK yang diduga Herdianto lumpuh hingga harus dibantu 3 rekan ABK lain untuk berdiri.

Dalam cuplikan video yang lain, Herdianto tampak sudah tidak bernyawa dan jenazahnya dibungkus dengan kain bewarna oranye. Di video selanjutnya, jenazah dilempar ke laut oleh 4 ABK lainnya. Salah satu ABK mengucapkan sebuah kalimat dengan logat Jawa.

Baca juga  Akui Lalai, Guru Pemateri Sila Keempat Berlambang PDIP Minta Maaf

“Ngapung… wo… ngapung,” ujar dia.

Atas dasar temuan itu, DFW-Indonesia mendesak pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, BP2MI dan Kementerian Tenaga Kerja saling bekerjasama untuk mengusut agen yang mengirimkan ABK Indonesia dan dipekerjakan di kapal Luqing Yuan Yu 623. Mereka juga meminta pemerintah Indonesia melakukan moratorium pengiriman ABK Indonesia ke kapal China.

“Kementerian Luar Negeri harus segera berkoordinasi dan meminta keterangan pemerintah China atas kasus yang dialami ABK Herdianto yang sakit dan meninggal di kapal Luqing Yuan Yu 623 dan dilarung di laut Somalia,” ujar Abdi. Ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *