Press "Enter" to skip to content

Ketika Masjid Ditutup, Mal Tetap Dibuka

Langkah pemerintah dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai tidak adil.

Pasalnya, tempat ibadah ditutup. Alasannya, untuk memutus penularan virus Corona karena masjid dianggap tempat berkerumun.

Tapi, pusat perbelanjaan seperti mal tetapi dibuka.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Din Syamsuddin menilai pemerintah tidak konsekuen dengan aturan PSBB.

“Jangan melarang umat Islam shalat jamaah di masjid, tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain,” ungkap Din.

Pemerintah akhirnya menjawab berbagai pertanyaan dari masyarakat soal kenapa masjid ditutup tapi mal, pasar tetap dibuka?

MENJAGA KESELAMATAN

Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan bahwa keputusan tersebut merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait dengan pembatasan pelaksanaan shalat berjamaah di masjid.

Baca juga  Keren, Program Lumbung Pangan di Jatim Gratis Ongkir dan Bisa Bayar di Tempat

“Tapi bedanya apa? kalau majelis ulama itu sifatnya fatwa, kalau kita menekankan bahwa menurut undang-undang dan Permenkes yang sekarang berlaku beribadah secara berkelompok dalam jamaah besar itu termasuk yang dilarang dalam rangka menjaga keselamatan dari penularan Covid-19,” kata Mahfud, Rabu (20/5/2020).

Menurut Mahfud mal yang diperbolehkan dibuka adalah yang termasuk 11 sektor yang diperbolehkan beroperasi.

“Misalnya Kenapa masjid ditutup, mal-mal itu kok dibuka? Saya kira yang dibuka itu bukan melanggar hukum, juga karena memang ada sektor atau 11 sektor tertentu yang oleh undang-undang boleh dibuka dengan protokol tetapi yang melanggar seperti IKEA itu kan juga ditutup pada akhirnya, yang melanggar ya,” sambungnya.

Baca juga  MUI Kecewakan Pengesahan RUU Cipta Kerja

APA GAK KASIHAN?

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi mengaku pihaknya selama ini membuka mal bukan semata untuk mencari keuntungan.

Melainkan sisi kemanusiaan karena ada ribuan pegawai yang bekerja di mal.

“Katakanlah TP, ada sekitar 5.000 pegawai. Kalau mal tutup, mereka akan dirumahkan, apa gak kasihan? Mereka nanti gak dapat penghasilan. Jujur saja membuka mal saat ini kami merugi, tapi karena kemanusiaan kita tetap buka,” tegas Sutandi, Kamis (21/5/2020).01/ Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *