Press "Enter" to skip to content

Renungan Iedul Fitri 1441 H: Ibrah dari Kisah Wanita Pemintal Benang

Oleh:
Nur Cahya Hadi, Direktur Majalah Nurani Indonesia

Saudaraku, sebuah ibrah (pelajaran) yang sangat mahal. Allah SWT merekam kisah seorang wanita yang hidupnya sia-sia. Dari pagi sampai sore, ia hanya memintal benang. Sore hari, ketika pintalan benang itu selesai dan kuat, ia cerai beraikan kembali hasil pintalannya. Sebagamana firman Allah dalam Alquran:
وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.” (QS. An Nahl: 92

HARUS ISTIQOMAH
Perhatikan, Allah SWT melarang agar akhlak wanita tersebut tidak ditiru. Perbuatan yang sia-sia, adalah kerugian nyata. Waktu berjalan terus tetapi manfaat dari yang sudah kita lakukan tidak ada sama sekali. Karena itu, Nabi Muhammad SAW selalu mengingatkan kita akan senantiasa istiqomah.
Ketika salah seorang sahabatnya meminta nasehat yang bisa dijadikan pegangan seumur hidupnya, Rasulullah SAW menjawab:
“Qul amantu billahi tsummastaqim, Nyatakan olehmu saya beriman kepada Allah. Dan kemudian konsekwenlah kamu dengan pengakuanmu itu.”
Setiap tahun kita selalu menjalankan ibadah Ramadhan siang dan malam. Siangnya berpuasa, malamnya kita tegakkan shalat malam, baca Alquran dan sedekah. Tetapi benarkan nuansa ketaatan itu akan bertahan seumur hidup kita? Atau itu hanya untuk Ramadhan saja?

Baca juga  Satgas Ungkap Penyebab Tingginya Kematian Akibat Covid-19

JANGAN DIRUSAK
Berapa banyak orang Islam yang selama Ramadhan rajin ke masjid, tetapi begitu pasca Ramadhan, ia pun jarang ke masjid? Seakan ia tak kenal lagi masjid.
Berapa banyak umat Islam yang selama Ramadhan rajin membaca Alquran, tetapi begitu Ramadhan selesai dan berakhir, Alquran pun dilupakan begitu saja…
Hal ini mirip dengan kisah seorang wanita yang Allah SWT ceritakan di atas. Selama Ramadhan, ketaatan dirangkai. Begitu Ramadhan habis dan berakhir, ketaatan diurai dan dicerai-beraikan kembali. Naudzubillh

MENJADI IBRAH
Kisah tersebut ditampilkan Allah SWT agar kita dapat mengambil ibrah/ pelajaran. Jangan sampai perbuatan baik yang sudah kita lakukan secara istiqomah selama ramadhan, terhenti begitu saja. Dan justru, dirusak oleh perbuatan yang sia-sia setelah ramadhan.
Nuansa Ramadhan harus dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, agar kita benar-benar menjadi khairah ummah (umat yang terbaik). 
Semoga bermanfaat…

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *