Press "Enter" to skip to content

Doni Monardo: Hasil Rapid Tes Kurang Akurat

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengakui bahwa rapid tes kurang akurat. Berbeda dengan tes PCR Swab.

“Test PCR swab 97% akurat,” ujar Doni, Senin5/2020).

Rapid tes digunakan lantaran karena memang rumah sakit tidak semuanya memiliki mesin tes swab.

SENSITIFITAS RENDAH

Sementara Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan bahwa tingkat sensitifitas rapid test rendah.

Menurut Yuri, hasil rapid test sering menunjukkan negative false atau negatif palsu. Untuk itu disarankan langsung menggunakan test swab.

“Negatif palsu sering terjadi saat infeksi masih < 6-7 hari, karena tubuh belum mampu memberi respon keberadaan virus (Imunoglobulin M) belum terbentuk, padahal virusnya sudah ada. Mestinya diulang 10 hari lagi atau langsung swab,” tandasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *