Press "Enter" to skip to content

Heboh, Wuhan Akui Simpan Virus Corona Sejak 2004

Pengakuan Institut Virologi Wuhan (WIV) menghebohkan dunia. Pasalnya institut di Tiongkok ini mengaku menyimpan tiga jenis virus corona dari kelelawar.

TIGA VIRUS

Lembaga penelitian ini membantah, tak satu pun dari virus itu yang telah menimbulkan pandemi penyakit virus corona sejak 2019 (COVID-19).

Direktur WIV Wang Yanyi mengakui bahwa laboratorium yang dikelolanya telah memperoleh dan mengisolasi beberapa virus corona dari kelelawar sejak 2004.

“Sekarang kami memiliki tiga jenis virus hidup, tetapi yang memiliki kesamaan tertinggi dengan SARS-CoV-2 (virus corona baru penyebab COVID-19) hanya 78 persen. Itu perbedaan yang jelas,” ujarnya seperti dilaporkan AFP Ahad (24/5/2020).

PASAR BINATANG

Anggapan umum menempatkan Wuhan sebagai sumber virus corona pemicu pagebluk. Di Wuhan ada pasar basah yang menyediakan berbagai binatang untuk dikonsumsi.

Baca juga  Dinkes Malang akan Survei Ponpes, Pastikan Santri Tidak Berdempetan

Namun, WIV-lah yang dianggap sebagai sumber penyebaran virus corona. Ada dugaan bahwa salah satu peneliti WIV yang terjangkiti SARS-CoV-2 bertemu dengan pacarnya di pasar basah.

Penelitian yang dipublikasikan jurnal kesehatan The Lancet menemukan 27 dari 41 kasus pertama COVID-19 memiliki riwayat kontak langsung dengan pasar bawah di Wuhan. Namun, penelitian yang sama juga mendapati pasien pertama COVID-19 tidak punya riwayat dengan pasar tempat kuliner ekstrem itu.

Tudingan pun mengarah pada WIV. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan menteri luar negerinya, Mike Pompeo menyoroti kondisi keamanan dan keselamatan di WIV.

LABORATORIUM BOCOR

Pada 2018, pejabat Kedutaan Besar AS di Tiongkok yang baru saja mengunjungi WIV telah memperingatkan kemungkinan munculnya wabah mematikan.

Baca juga  Karena Convid-19, Haji Tahun Ini Diperkirakan Ditiadakan

Mereka mengkhawatirkan ilmuwan di WIV melakukan tindakan pencegahan terlalu minim dalam melakukan penelitian yang riskan tentang virus corona dari kelelawar.

Meskipun para ahli biologi telah mengonfirmasi virus corona bukan buatan manusia, banyak kalangan tetap meyakini pandemi COVID-19 disebabkan kecelakaan di WIV yang menyebabkan virus terbawa keluar dari laboratorium. Namun, tingkat kesamaan virus corona di WIV dengan SARS-CoV-2 hanya 79,8 persen.

Adapun jenis virus yang menjadi pandemi global saat ini memiliki tingkat kesaman 96,2 persen dengan SARS-CoV-2. Oleh karena itu Tiongkok menepis anggapan yang menyebut WIV sebagai sumber pandemi COVID-19.

Menurut Yanyi, WIV tak pernah menemukan, meneliti ataupun menyimpan SARS-CoV-2 sampai 30 Desember 2019, setelah COVID-19 menyebar di Wuhan.

Baca juga  Kembangkan Ponpes, UINSA Jalin Kerjasama dengan RMI

“Faktanya sebagaimana orang lain, kami bahkan tidak tahu virus itu ada. Bagaimana bisa bocor dari laboratorium kami ketika kami tak pernah memilikinya?” tandasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *