Press "Enter" to skip to content

Kronologi Kepala Desa Dianiaya Karena Ingatkan Warga Agar Shalat Id di Rumah

Seorang kepala desa dianiaya warganya saat shalat id kemarin. Hamsah Husain, Kepala Desa Lripubogu, Kecamatan Gadung, Sulawesi Tengah dianiaya sejumlah orang yang baru selesai menjalani Shalat Idulfitri 1441 H secara berjemaah.


Penganiayaan terjadi setelah Hamsah mengingatkan warga yang menggelar Shalat Id berjemaah di Masjid Al Nikmat di Desa Lripubogu.


“Ada empat korban penganiayaan yaitu Hamsah Husain merupakan kepala desa dan tiga orang lainnya,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Ahmad Ramadhan dalam rilis, Ahad (24/5).


Ahmad menyebut ada 17 orang yang diduga menjadi pelaku penganiayaan. Kronologinya, kata dia, peristiwa penganiayaan itu bermula ketika Camat Gadung dan Hamsah mendapat laporan pelaksanaan Salat Id di Masjid Al Nikmat. Mereka menindaklanjuti laporan itu dengan pergi ke lokasi, yakni masjid tersebut usai shalat.

Baca juga  Embarkasi Surabaya Pulangkan CJH yang Hamil dan Demensia


Dalam kesempatan itu Hamsah menegur seorang jemaah agar mengikuti anjuran pemerintah yakni, melaksanakan Shalat Idulfitri di rumah terkait situasi pandemi virus corona. Namun ada yang tidak terima dengan teguran tersebut.


“Tiba-tiba dua orang langsung memukul Hamsah di bagian muka dan belakang telinga,” kata Ahmad.
Aksi pemukulan kemudian merembet kepada anggota Linmas dan sejumlah orang lain. Linmas tersebut dipukuli hingga mengalami luka yang cukup parah.


“Dan sekarang di rujuk ke Rumah Sakit Buol. Polisi sendiri langsung mengamankan TKP dan tersangka ke Polsek Bunobogu,” ujar Ahmad. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *