Press "Enter" to skip to content

Mahfud MD Sebut Corona Bak Istri yang Sulit ditaklukkan, Mau Tak Mau Harus Berdamai

Dalam sambutannya di acara Halal bi Halal IKA UNS yang disiarkan di kanal Youtube Universitas Sebelas Maret, Selasa (26/5), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD berkelar dengan mengibaratkan virus corona sama seperti seorang istri yang tak bisa ditaklukkan oleh suami.
Mahfud mengatakan kelakar itu berdasarkan sebuah meme yang dikirimkan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan kepadanya beberapa waktu lalu.


“Judulnya itu dalam bahasa Inggris. Corona is like your wife. In easily you try to control it, then you realize that you can’t. Than you learn to live with it. Corona itu seperti istrimu, ketika engkau mau mengawini kamu berpikir kamu bisa menaklukkan dia. Tapi sesudah menjadi istrimu, kamu tidak bisa menaklukkan istrimu,” kata Mahfud.
Sesudah itu, lanjut Mahfud, mau tak mau suami itu wajib berdamai dengan istrinya tersebut. Hal itu sama dengan corona. Baginya, sama seperti corona, manusia harus terus hidup dan beraktivitas meski virus corona tetap ada di tengah-tengah kehidupan saat ini.

Baca juga  Kisah Mualaf dr Tirta, Dapat Hidayah dari Mimpi


Lebih lanjut, Mahfud mengutip organisasi kesehatan dunia (WHO) yang belum bisa memprediksi kapan wabah corona akan berakhir. Ia pun menyatakan manusia tak akan bisa terus menerus hidup tanpa aktivitas.
Melihat persoalan itu, pemerintah kini telah berencana membuat konsep new normal atau konsep hidup normal baru di tengah wabah corona. “Apa itu? Ya, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, kemarin Menkes sudah keluarin peraturan baru itu sudah keluar. Besok new normal life dengan cara itu,” kata Mahfud.
Selain itu, Mahfud menilai konsepsi lockdown yang diterapkan oleh beberapa negara untuk mengantisipasi penyebaran corona bukan langkah yang tepat. Ia menilai kebijakan lockdown justru lebih banyak membunuh orang akibat corona. Hal itu ia dapatkan dari pelbagai jurnal kesehatan yang melakukan riset terkait kebijakan lockdown.

Baca juga  Dibuka Pemkot, Pedagang dan Pengunjung Pasar Kupang Cek Suhu Tubuh


“Ini saya sudah baca di berbagai jurnal, sekarang justru yang lebih banyak membunuh itu kalau orang di lockdown. Saya kira kita jangan berlebihan takut,” kata Mahfud.


Mahfud menyatakan Indonesia sendiri tak menggunakan istilah lockdown dalam mengambil kebijakan penyebaran corona. Ia mengatakan pemerintah melakukan pembatasan gerakan melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).


“Membatasi gerakan (orang) itu bagus, tapi apakah kita akan terus begitu? Makanya sedang dirancang new normal,” kata dia. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *