Press "Enter" to skip to content

Juli Sekolah Dibuka, KPAI: Berpotensi Jadi Klaster Baru

Wacana pembukaan sekolah di masa pandemi virus Corona (COVID-19) mendapat tanggapan serius dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

KPAI pun mengingatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk berkaca dari negara lain yang mulai membuka sekolah tetapi justru ditemukan potensi klaster Corona baru di sekolah.

“KPAI mendorong Kemendikbud dan Kemenag RI belajar dari negara lain yang sudah mulai turun kasusnya, bahkan zero kasus kemudian membuka sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan, namun ternyata ditemui kasus baru karena siswa dan guru tertular COVID-19. Sekolah malah menjadi klaster baru,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, dalam keterangannya, Rabu (27/5/2020).

PERSIAPAN MATANG

Retno menjelaskan, di China kembali membuka sekolah setelah kasus COVID-19 nol selama 10 hari. Pembukaan sekolah juga disertai dengan persiapan yang matang dan benar-benar dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga  Museum Haramain Dibuka Lagi 18 Oktober

Bahkan di China, para guru yang akan mengajar sudah menjalani isolasi dahulu selama 14 hari sebelum sekolah dibuka. Sementara itu di negara lainnya seperti Inggris, Prancis dan Finlandia telah membuka sekolah tetapi ditemukan adanya siswa terpapar COVID-19 dan menimbulkan klaster baru.

“Beberapa negara di Eropa seperti Finlandia, Prancis dan Inggris yang memiliki sistem kesehatan yang baik dan membuka sekolah juga dengan persiapan yang matang dan protokol kesehatan yang ketat ternyata juga tidak aman dan malah menimbulkan klaster baru di lingkungan sekolah karena beberapa siswa dan guru tertular COVID-19 hanya dalam hitungan minggu,” sambung Retno.

LIBATKAN DOKTER ANAK

Oleh karena itu KPAI mendorong pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para pakar Epidemiologi sebelum memutuskan membuka sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021, tepatnya Juli 2020 nanti. IDAI sebagai ahli harus didengar dan dipergunakan rekomendasinya terkait rencana pemerintah membuka sekolah kembali.

Baca juga  Telat Dibagikan, 4 Ton Telur Bansos Sembako Membusuk

“Membuka sekolah harus dipikirkan dengan matang oleh pemerintah pusat dan daerah, karena ini menyangkut keselamatan guru dan terutama keselamatan jutaan anak-anak Indonesia yang menjadi peserta didik dari PAUD sampai SMA/sederajat,” ujar Retno.

HATI-HATI

Retno juga menyarankan mestinya masyarakat tetap berada di rumah demi memutus rantai penyebaran COVID-19, mengingat kondisi terakhir di mana pasar, mal dan bandara penuh sesak. Retno mendesak agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah berhati-hati mengeluarkan kebijakan dan memperhatikan keselamatan anak.

“Demi melindungi anak-anak Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa, maka Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus super hati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan membuka sekolah. Keselamatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama saat pemerintah hendak mengambil kebijakan menyangkut anak,” tandasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *