Press "Enter" to skip to content

Pemerintah Akan Terbitkan Aturan Pembukaan Rumah Ibadah

Pemerintah berencana membuka kembali rumah ibadah di tengah kondisi pandemi virus corona.

Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan, kegiatan keagamaan di rumah ibadah ini tentunya dengan menaati prosedur tatanan kehidupan baru atau new normal.

“Kami membuat konsep, agar secara bertahap kegiatan ibadah di rumah ibadah dibuka kembali dengan tetap menaati prosedur tatanan baru,” tutur Fachrul, usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo Rabu (27/5/2020).

TEKNISNYA

Aturan pembukaan rumah ibadah ini juga berlaku untuk semua agama. Kementerian Agama akan membahas lebih teknis mengenai pembukaan rumah ibadah ini pada Kamis (28/5/2020). 

Fachrul berharap aturan mengenai pembukaan rumah ibadah di tengah pandemi ini segera rampung pada pekan ini. 

Baca juga  MUI: Penganiaya Ulama,  Ada Motif Tertentu

“Rencananya, kami minggu ini sudah terbitkan tentang revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan normal baru,” ungkapnya.

Menurutnya nanti pembukaan kembali rumah ibadah tentu membutuhkan koordinasi yang sangat baik, khususnya di tingkat bawah, mulai dari kecamatan, TNI, dan kepolisian. 

Bahkan pembukaan rumah ibadah di tengah pandemi corona ini akan dilakukan sangat ketat. Salah satu persyaratannya yakni, rumah ibadah yang siap dibuka tidak berada di zona merah penyebaran corona.

“Pelaksanaan hanya boleh di rumah ibadah yang relatif aman dari Covid-19 dan direkomendasi dari camat atau bupati, wali kota, sesuai level rumah ibadah tersebut,” jelas dia. 

KERINDUAN MASYARAKAT

Fachrul juga mengatakan keputusan ini didasari atas dasar kerinduan masyarakat untuk beribadah di rumah ibadah.

Baca juga  Muhammadiyah-PBNU Tunda Muktamar dan MUnas

“Memang kita, termasuk presiden dan wakil presiden sudah sangat rindu untuk beribadah di rumah ibadah masing-masing, maka kita revitalisasi dalam tatanan normal baru ini,” tandasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *