Press "Enter" to skip to content

Meninggal Sebelum Berangkat, Nomor Porsi Haji Bisa Dialihkan

Menteri Agama Fachrul Razi menyetop pemberangkatan jamaah haji tahun 2020 karena wabah virus Corona.
Pemberangkatan jamaah ini akan dialihkan di tahun 2021. Bagaimana jika calon jamaah haji tersebut meninggal dunia sebelum berangkat?

DIGANTI KELUARGA

Fachrul menjelaskan, nomor para calon jamaah Haji Indonesia yang sudah terdaftar tahun 1441 Hijriah/2020 Masehi dapat dialihkan atau digantikan dengan anggota keluarganya bila meninggal dunia sebelum keberangkatan pada tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi mendatang.
Hal itu sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 Hijriah/2020 Masehi.

“Apabila Jamaah Haji yang bersangkutan meninggal dunia, nomor porsinya dapat dilimpahkan kepada suami istri, ayah, ibu, anak kandung, atau saudara kandung yang ditunjuk dan/atau disepakati secara tertulis oleh keluarga,” katanya.

Baca juga  Korsel Gagal New Normal

Fachrul menyatakan salah satu anggota keluarga pengganti tersebut otomatis akan menjadi Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M mendatang. Hal itu bisa dilakukan selama kuota haji Indonesia masih tersedia.

BIAYA HAJI

Tak hanya itu, Fachrul juga menyatakan Biaya Penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang telah disetorkan oleh para petugas haji juga akan dikembalikan oleh Kemenag ke masing-masing pemerintah daerah.

Hal itu berdampak pada pembatalan petugas haji tahun ini dan pemerintah daerah dapat kembali mengusulkan nama lain atau nama petugas pembimbing haji pada tahun depan.

“Status Petugas Haji Daerah pada penyelenggaraan Haji Tahun 1441 H/2020 M dibatalkan dan dapat diusulkan kembali oleh gubernur pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.01/ Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *