Press "Enter" to skip to content

Tak Melanggar Syariat, Muhammadiyah Dukung Pembatalan Haji 2020

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mendukung keputusan pemerintah yang menunda pelaksanaan haji 2020 imbas pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini disampaikan Mu’ti dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh lintas agama di Istana Negara, Jakarta, kemarin Selasa (2/6).

“Sesuai ketentuan Islam, keamanan adalah salah satu syarat utama pelaksanaan ibadah haji. Demi kemaslahatan bersama ada baiknya pemerintah Indonesia mempertimbangkan dengan seksama untuk tidak menyelenggarakan ibadah haji 1441 H,” ujar Mu’ti melalui keterangan tertulis dari Biro Pers Istana, Rabu (3/6).

Dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, Mu’ti mengatakan, penundaan haji itu secara syariat maupun aturan perundang-undangan tak melanggar. Sesuai syarat haji, calon jemaah diwajibkan tak hanya mampu secara ekonomi namun juga kesehatan, mental, agama, dan aman selama perjalanan.

Baca juga  Kekerasan Perempuan Naik 75 Persen Selama Pandemi Corona

“Dengan belum ada keputusan pemerintah Arab Saudi mengenai haji, sangat sulit bagi pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan ibadah haji tahun ini,” katanya.

Meski demikian, Mu’ti mengingatkan pemerintah segera memberi solusi atas beberapa konsekuensi dari kebijakan ini. Pertama, antrean haji semakin panjang, kedua, biaya yang sudah dikeluarkan masyarakat dan mungkin dikelola biro haji dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), dan ketiga, pertanggungjawaban dana APBN haji.

“Masyarakat, khususnya umat Islam, hendaknya tetap tenang dan  dapat memahami keputusan pemerintah. Keadaannya memang darurat. Semua hendaknya berdoa agar Covid-19 dapat segera diatasi,” ujarnya. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *