Press "Enter" to skip to content

Cegah Penularan Corona, KPU Kurangi Jumlah Pemilih di Satu TPS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan bahwa jumlah maksimal pemilih di TPS akan dikurangi saat Pilkada 2020. Satu TPS hanya akan diisi oleh 500 pemilih. 

Menurut komisioner KPU Viryan Aziz, hal itu merupakan salah satu kesimpulan RDP Kom II yang digelar kemarin sore.

“Yakni perubahan pemilih maksimal, dari 800 ke 500 per TPS,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (4/6/2020).

LIMA PERTIMBANGAN

Viryan melanjutkan, terdapat lima pertimbangan atas pengurangan tersebut. Pertama yaitu, untuk mengurangi berkumpulnya massa dalam satu tempat. 

“Pro-COVID-19, mengurangi konsentrasi massa dalam jumlah besar di TPS. Potensinya besaran konsentrasi massa berkurang 37,5%,” kata Viryan. 

Selanjutnya, Viryan menyebut hal ini dapat mengurangi lamanya waktu penghitungan suara. Tidak hanya itu, pengurangan ini juga dimaksud untuk tetap menjaga partisipasi masyarakat. 

Baca juga  MUI Kecam Larangan Jilbab Atlet Judo

“Mengurangi lamanya waktu penghitungan suara. Pemilih semakin dekat ke TPS, potensi menjaga tingkat partisipasi,” kata Viryan. 

TPS DITAMBAH

Nantinya jumlah TPS akan ditambah. Pengurangan dan penambahan TPS dapat menimbulkan rasa aman bagi pemilih.

“Iya TPS ditambah. Hubungan pemilih dengan KPPS semakin tinggi potensi saling kenal, sehingga menambah rasa aman pemilih dan memudahkan KPPS meyakinkan dan menjangkau pemilih,” tuturnya. 

Hal terakhir adalah dapat mengurangi kebutuhan teknis serta mengurangi biaya dan potensi terpaparnya COVID-19. 

“Mengurangi kebutuhan aspek teknis lainnya bila jumlah pemilih 800, seperti memperlebar luas TPS dan menambah bilik suara. Bila dua hal ini dipenuhi, biaya bertambah, namun potensi terpapar semakin tinggi,” tegasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *