Press "Enter" to skip to content

Haji 2020 Batal, Garuda Kehilangan Pendapatan 10 Persen

PT Garuda Indonesia kehilangan pendapatan sebesar 10 persen dari total pendapatan utama setelah ibadah haji tahun 2020 dibatalkan karena wabah Covid-19.

Pemerintah akhirnya membatalkan pemberangkatan jamaah haji lantaran kebijakan dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum pasti.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat gelar konferensi pers virtual, Jumat (5/6/2020) mengaku, pendapatan dari haji sekitar 10 persen.

“Perusahaan kehilangan pendapatan yang cukup signifikan,” kata dia.

ANJLOK 90 PERSEN

Irfan mengatakan batalnya pemberangkatan haji dampaknya begitu terasa terhadap kinerja bisnis maskapai secara keseluruhan.

“Kami masih berharap haji masih terbang, tapi ternyata enggak. Untung kami belum ada deal-deal yang mengeluarkan dana cukup besar untuk haji tahun ini. Semua kami pending habis corona,” tegas dia.

Baca juga  Mundur dari Rais Aam, Ma'ruf Jadi Dewan Penasehat NU

Irfan juga mengungkap, penumpang Garuda anjlok sampai 90 persen selama pandemi.
Sebab sejumlah rute tidak beroperasi, sebanyak 70 persen pesawat dikandangkan.

Untuk saat ini, jelas Iran, Garuda fokus pada penerbangan kargo, carter untuk repatriasi warga Indonesia yang pulang ke Indonesia, maupun repatriasi warga negara asing yang kembali ke negara asalnya.

“Kita ke depan berharap dukungan banyak para pihak. Jumlah penumpang kita turun drastis sampai hampir 90 persen,” tegasnya. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *