Press "Enter" to skip to content

DPRD Surabaya Sesalkan Rapid Test Massal di Keputih Berujung Fatal

Tidak adanya phsycal distancing selama rapid test massal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota selaku fasilitator yang bekerjasama dengan BIN di wilayah Keputih Surabaya, disesalkan beberapa anggota DPRD Surabaya yang juga sidak di lokasi.

Seperti Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti yang berada di lokasi mengenakan APD lengkap dengan face shield, menyesalkan peristiwa berdesakan rapid test itu.

“Soal antrean harus menjadi perhatian Tim gugus tugas COVID-19 Pemkot Surabaya. Agar physical distancing tetap terjaga dengan baik,” terang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menurut Reni, ketika warga yang datang cukup banyak dan antusias seperti itu, seharusnya diberlakukan antrian nomor. “Misalkan per-50 antrian dan lainya menunggu. Ini yang terjadi masih berdempetan. Harusnya bisa lebih tertib dan petugas dilapangan siap,” tegas Reni Astuti.

Baca juga  Menjadi Hamba yang Diingat Allah

Sementara, dari data yang didapat Reni saat sidak, bahwa sebanyak 7-10 persen warga ternyata reaktif positif Covid-19. Pemkot diminta untuk segera menyiapkan ruang isolasi khusus sebagai tindakan lanjutan.

“Jangan sampai dari data yang dinyatakan positif setelah hasil swab, ruang isolasi tidak ada. Segera persiapkan ruang isolasi baru bagi warga yang dinyatakan positif tersebut,” katanya.

Sebagaimana diketahui Pemeriksaan rapid test massal di Keputih Surabaya Kamis (4/6/2020) kemarin malah berujung fatal. 100 orang dinyatakan positif terjangkit Corona dalam pemeriksaan itu. Diketahui, saat tes massal, warga berebut dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Dari ribuan warga yang hadir di Terminal Keputih Surabaya, perilaku warga Surabaya tidak terkontrol. Mereka pun berebut dan tak memperdulikan protokol kesehatan yang disiapkan petugas kesehatan dan Satpol PP yang disiapkan. Alhasil, dalam sehari, dari ribuan warga yang ikuti rapid test, 100 orang dinyatakan reaktif alias positif Covid-19. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *