Press "Enter" to skip to content

Kemenkes: Anak Tidak Diimunisasi Sama Bahayanya Dengan Covid-19

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI drg R Vensya Sitohang, MEpid, menegaskan pentingnya imunisasi anak.

PENURUNAN

Tak dipugkiri selama masa pandemi virus Corona, orang tua banyak yang tak mengimunisasikan anaknya.

Mereka takut tertular sehingga imunisasi dinilai tidak penting. Padahal, jelas Vensya, tidak memberikan imunisasi pada anak sama bahayanya jika terkena virus Corona.

Dijelaskan Vensya, tren imunisasi mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Terlebih di bulan April terjadi selisih hampir 4,7 persen penurunan daripada cakupan imunisasi di tahun 2019.

“Perlu saya sampaikan juga bahaya tidak diimunisasi itu sama bahayanya atau bahkan lebih bahaya daripada dengan COVID-19-nya. Itu sudah ada penelitiannya bahkan di negara-negara lain mengatakan jangan sampai mencegah COVID-19-nya kena, malah terkena penyakit-penyakit yang sudah dapat dicegah dengan imunisasi,” jelas dr Vensya dalam siaran pers, Senin (8/6/2020).

Baca juga  Bawaslu Sayangkan 71 Bapaslon Tak Serahkan Hasil Tes PCR

CAMPAK

Sementara Prof Dr dr Hartono Gunardi, SpA(K), Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Anggota Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mengingatkan jangan sampai penurunan pemberian imunisasi ini memicu double outbreak.

“Jangan sampai memicu double outbreak. Sudah kita mengalami pandemi COVID-19, ada lagi outbreak lain. Misalnya campak, campak ini bahkan lebih berbahaya dari COVID-19. COVID-19 bisa menularkan ke 2 hingga 3 orang, campak bisa menularkan 18 orang. COVID-19 dropletnya bisa menyebar hingga 2 meter, campak ini lebih dari 6 meter,” tandasnya. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *