Press "Enter" to skip to content

PSBB Surabaya Raya Diusulkan untuk Dihentikan

Untuk menjaga psikologi masyarakat dan roda perekonomian, tiga kepada daerah mengusulkan agar penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Surabaya Raya segera dihentikan.
Pemerintah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik menyatakan ingin mengakhiri penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) setelah dua kali perpanjangan. Pelaksanaan kebijakan itu ditujukan untuk mengendalikan persebaran Covid-19.


Usul tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi PSBB Surabaya Raya yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi dari Ahad (7/6) malam hingga Senin (8/6) dini hari.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto  setelah memaparkan evaluasi penerapan PSBB tahap I hingga III di wilayahnya, mengemukakan usul untuk mengakhiri pelaksanaan kebijakan tersebut dan memulai masa transisi menuju fase normal baru.

Baca juga  Gugus Tugas Ungkap 141 Klaster Covid-19 di Jatim


“Kami juga komitmen untuk meningkatkan protokol kesehatan. Meski tidak ada PSBB, tetapi tetap ada aturan yang akan kami terapkan demi memutus mata rantai COVID-19,” papar Sambari.


Hal yang sama disampaikan Pelaksana Tugas Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin. Setelah memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan PSBB di wilayahnya, dia juga mengusulkan penghentian pelaksanaan kebijakan tersebut.


“Kami memiliki rekomendasi kebijakan pasca-PSBB tahap III di wilayah Kabupaten Sidoarjo, yaitu usulan pencabutan PSBB, kemudian menerapkan masa transisi new normal (normal baru),” katanya.

Wakil Bupati Sidoarjo itu juga mengatakan, meski menginginkan penghentian PSBB, pemerintah daerah tidak akan melonggarkan penerapan protokol pencegahan COVID-19 serta upaya-upaya untuk menanggulangi penularan penyakit tersebut.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya Irvan Widyanto juga menyampaikan usul Wali Kota Tri Rismaharini untuk tidak memperpanjang pelaksanaan PSBB.

Baca juga  Seruan Erick Thohir di Era New Normal: Ayo Bekerjasama Saling Menguatkan!


” Kami pastikan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bahkan disiapkan Surat Edaran Wali Kota, termasuk kemungkinan Peraturan Wali Kota terkait penerapan sanksi mengikat. Satu lagi, titik pemeriksaan di perbatasan Surabaya dipertahankan,” katanya.


Sementara Koordinator PSBB Jawa Timur Heru Tjahjono menyatakan akan menyampaikan usul dari kepala-kepala daerah di wilayah Surabaya Raya kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa.


“Kami juga berharap sudah ada dasar yang disiapkan, seperti peraturan bupati atau wali kota untuk berlanjut atau tidaknya PSBB, termasuk ke masa transisi kenormalan baru,” katanya. (01)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *