Press "Enter" to skip to content

Selain Demi Keselamatan Jamaah, Ternyata Ini Alasan Kemenag Membatalkan Haji

Pemerintah indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan membatalkan keberangkatan jamaah haji 1441H/2020M. Selain karena demi keselamatan karena pandemi corona, akses E-Hajj atau layanan haji Arab Saudi yang tidak kunjung dibuka.


Hal ini dikatakan Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, Senin (8/6). Sebenarnya persiapan penyediaan layanan haji di Arab Saudi tetap berjalan hingga awal Maret. Tim penyediaan layanan, baik akomodasi, konsumsi, maupun transportasi, sudah melakukan proses tersebut di Arab Saudi sejak Februari 2020. Namun, proses itu lantas terhenti seiring adanya surat Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi pada 6 Maret 2020 ke Menteri Agama RI.

SATU PINTU
Surat itu meminta agar proses penyelesaian kontrak dan pembayaran uang muka pelayanan Arab Saudi ditunda. Penundaan itu masih berlaku hingga sekarang hingga penyelesaian persiapan tidak bisa dilakukan.

Baca juga  DPR Siapkan Aturan Agar Visa Furodah Legal


“Sesuai Taklimatul Hajj atau peraturan perhajian Arab Saudi, kontrak dan pembayaran layanan melalui Sistem Elekronik Terpadu Jamaah Haji Luar (e-Hajj) harusnya sudah selesai pada 29 Sya’ban atau sebelum Ramadan lalu. Namun, e-Hajj ditutup sehingga proses persiapan mandek,” ujar Endang Jumali dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (8/6).


Menurut Endang, sejak 2017, Arab Saudi menerapkan e-Hajj dalam proses kontrak layanan dan tahapan penyelenggaraan haji. Karenanya, sistem ini sangat penting dalam kelangsungan penyelenggaraan, karena proses pemaketan layanan disatupintukan melalui e-Hajj.

AKSES BELUM DIBUKA
Pemaketan layanan tersebut, utamanya diperlukan dalam proses penerbitan visa. Pemaketan itu meliputi data jamaah, data kloter, jadwal penerbangan, konfigurasi penempatan jamaah haji di hotel Makkah dan Madinah, bahkan hingga input nomor kontrak dan pembayaran general service fee (GSF).

Baca juga  Selama Wabah Corona, Pendaftaran Nikah Bisa Online


“Semuanya dilalukan melalui e-Hajj, dan itu belum bisa dilaksanakan sampai sekarang karena aksesnya belum dibuka. Dalam kondisi normal, pemaketan layanan ini mestinya sudah hampir selesai pada bulan Ramadhan,” lanjutnya.


Karena pemaketan melalui e-Hajj belum bisa dilakukan, maka penerbitan visa pun tidak bisa dilaksanakan. Dalam kondisi normal, visa sedianya sudah keluar pada Syawal. Untuk tahun ini, jamaah juga dijadwalkan terbang mulai 26 Juni 2020. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *