Press "Enter" to skip to content

Malaysia, Brunei Darussalam dan Afrika Selatan Resmi Tunda Haji Tahun ini

Semakin banyak negara yang memutuskan menunda memberangkatkan jamaah hai tahun ini. Menteri Agama Malaysia, Datuk Seri Dr. Zulkifli Mohamad Al-Bakri, menyatakan pemerintah setempat tidak akan memberangkatkan rombongan jemaah calon haji ke Arab Saudi karena khawatir dengan pandemi virus corona (Covid-19).


“Berdasarkan taklimat dengan Kementerian Kesehatan Malaysia, lembaga Tabung Haji dan Majelis Nasional Ulama yang digelar pada 9 Juni, perjalanan haji pada 1441 Hijriyah ditunda. Ini adalah keputusan sulit dan kami memahami melaksanakan ibadah haji sangat penting bagi umat Islam,” kata Zulkifli, dalam jumpa pers di Putrajaya, Jumat (12/6).
Zulkifli menyatakan keputusan itu sudah disampaikan kepada Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

MENHINDARI BAHAYA
Zulkifli menyatakan keputusan itu diambil berdasarkan prinsip dalam Islam, yakni menghindari sesuatu perbuatan atau keadaan yang bisa menyebabkan bahaya. Menurut dia, karena sampai saat ini vaksin Covid-19 belum ditemukan, maka ada kemungkinan virus tersebut terus menular di dunia.

Baca juga  Diduga Frustasi, Pasien Corona di Surabaya Bunuh Diri


“Melaksanakan ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang juga mempunyai konsep Istita’ah, yaitu melaksanakan ibadah dalam kondisi sehat, aman, mendapat izin menuju Tanah Suci dan juga mempunyai kemampuan keuangan. Tanpa hal tersebut, maka tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji,” kata Zulkifli.


Menurut Zulkifli dia sudah menyampaikan keputusan penundaan pemberangkatan rombongan calon jemaah haji kepada Menteri Urusan Haji Arab Saudi, Dr. Muhammad Saleh bin Taher Banten, melalui Duta Besar Dr. Mahmoud Hussien Saeed Qattan.


Sama dengan Malaysia, Kerajaan Brunei Darussalam juga menyatakan menunda memberangkatkan jemaah haji tahun ini dengan alasan khawatir dengan wabah virus corona.
Keputusan itu disampaikan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Awang Badaruddin Othman. Mereka menyatakan tidak akan memberangkatkan sekitar seribu penduduk yang dipilih dan mereka yang membayar secara mandiri untuk berhaji tahun ini.

Baca juga  Persulit Jamaah, DPR Minta Rekam Biometrik Ditunda


“Terkait masalah haji, kami melihat pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman di seluruh dunia dan belum akan hilang dalam waktu dekat,” kata Badaruddin.


Badaruddin menyatakan keputusan itu juga didukung oleh Raja Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, dan Majelis Ulama Brunei Darussalam.

DANA BISA DIAMBIL
Selain itu, Afrika Selatan juga resmi tunda haji tahun ini. Majelis Haji dan Umrah Afrika Selatan (SAHUC) memutuskan tidak bisa memberangkatkan rombongan jemaah calon haji pada tahun ini karena khawatir dengan pandemi virus corona (Covid-19). Apalagi pemerintah Afrika Selatan masih memperketat dan mengunci perbatasan untuk menekan penyebaran virus mematikan tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan setelah rapat antara SAHUC dan Menteri Luar Negeri Afsel, Naledi Pandor.

Baca juga  PSBB Jilid 3, Sidoarjo Fokus Pembatasan Tingkat Desa


“Akibat penutupan perbatasan untuk mencegah perjalanan dan penerbangan, maka dari itu dengan berat hati kami menyatakan bahwa calon haji dari Afrika Selatan tidak bisa berangkat untuk menunaikan ibadah haji pada 1441 Hijriyah atau 2020,” demikian isi pernyataan bersama pemerintah Afsel, seperti dilansir Times Live, Jumat (12/6).


Perjalanan ibadah haji semula direncanakan berlangsung pada 28 Juli sampai 2 Agustus mendatang. SAHUC menyatakan akan menyetujui permintaan para calon haji yang ingin menarik kembali uang yang sudah dibayarkan untuk perjalanan haji. Ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *