Press "Enter" to skip to content

Hanya WA, warga Jatim bisa Belanja Sembako Murah Gratis Ongkir

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tak henti-hentinya meluncurkan program yang inovatif. Melalui Layanan Lumbung Pangan Jatim, Khofifah pun memperluas area pelayanannya hingga ke Mojokerto, Pasuruan dan Bangkalan. Masyarakat pun semakin mudah mengakses sembako murah dengan fasilitas bebas ongkos kirim (ongkir).

Warga Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten dan Kota Pasuruan serta Kabupaten Bangkalan mendapat kabar gembira dari Gubernur Jatim. Pasalnya, mulai minggu ketiga bulan Juni, kelima daerah tersebut sudah bisa menikmati layanan sembako murah dan bebas ongkir dari Lumbung Pangan Jatim. Warga bisa belanja sembako murah dengan harga di bawah pasar melalui metode online via WhatsApp (WA) ataupun dengan sistem bayar di tempat dan bebas ongkir.


“Pemprov akan terus melakukan inovasi dalam melayani masyarakat Jatim. Bukan hanya Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik saja, kini layanan sembako murah juga hadir untuk warga Pasuruan, Bangkalan dan Mojokerto. Semoga bisa bermanfaat di tengah upaya kita menuju new normal era,” papar Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Ahad (14/06).

Baca juga  Update Positif Corona 16 Oktober: Bertambah 4.301, Total 353.461 Orang


Khofifah mengatakan, website https://lumbungpanganjatim.com/ siap melayani masyarakat Jatim untuk belanja sembako murah secara online 24jam. Untuk pembayarannya, bisa dilakukan secara online melalui Bank Jatim, Bank Mandiri, BNI serta Permata Bank dan juga bisa melalui Go Pay. Tidak hanya itu saja, bagi warga masyarakat yang ingin belanja melalui whats app (WA) bisa memesan di nomor 0811-334-0033.

Dengan chat di nomor tersebut, masyarakat bisa memesan langsung melalui katalog sembako yang telah disediakan. Pembayaran dalam sistem belanja ini menggunakan sistem bayar di tempat atau biasa disebut dengan cash on delivery (COD) saat belanjaan tiba di alamat pembeli.
“Baik yang belanja via website, maupun COD yang lewat WA semua gratis ongkir. Kita subsidi biaya kirimnya,” imbuh Khofifah.

MEMBANTU MASYARAKAT
Khofifah memaparkan, lima daerah perluasan layanan ini ditambahkan karena dari segi kesiapan infrastruktur layanan pengiriman adalah yang paling siap. Sebab dalam pengiriman langsung ke alamat pembeli Lumbung Pangan Jatim ini bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Pasalnya, sejauh ini memang hanya PT Pos Indonesia yang sudah memiliki jaringan pengiriman sampai ke pelosok desa.

Baca juga  Gunakan Hand Sanitizer, Perokok Perlu Hati-Hati


“Sekarang ini kita sedang dihadapkan dengan kondisi menuju new normal era. Belanja online, yang meminimalisir kontak dengan orang banyak, adalah sesuatu yang terus kita upayakan dengan harapan menghindari kerumunan. Masyarakat bisa tetap stay at home di tengah pandemi covid-19, tapi tidak kekurangan akses pada kebutuhan pangan,” kata Khofifah.


Khofifah menambahkan, harga sembako di Lumbung Pangan Jatim ini termasuk istimewa karena disediakan dengan harga di bawah harga pasar. Harganya lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Dari segi kualitasnya juga terjamin.

Lumbung Pangan Jatim melakukan kerjasama dengan perusahaan maupun dengan petani produsen bahan pangan seperti beras dan juga peternak telur. Untuk pemesanan baik melalui Website maupun WA ini disediakan dengan minimal transaksi pembelanjaan Rp 60.000 dan maksimal untuk berat belanjaannya adalah 20 kilogram.


“Kami berharap fasilitas Lumbung Pangan Jatim ini akan membantu masyarakat mendapatkan akses pada bahan pangan murah dengan ketersediaan yang sangat cukup. Saya kembali ingatkan jangan ada aksi memborong karena program ini akan hadir hingga tanggal 21 Juli 2020 mendatang dan bisa dipertimbangkan untuk diperpanjang sesuai perkembangan dan kebutuhan ,” imbuhnya.

Baca juga  Astaghfirullah, Masih Ada Warga yang Tolak Pemakaman PDP Corona


Khofifah menuturkan, dari data per tanggal 13 Juni 2020, transaksi penjualan untuk 15 item bahan pangan di Lumbung Pangan Jatim sudah tembus Rp 5,96 miliar. Di sisi lain, selain menyediakan pembelanjaan via online, masyarakat juga tetap bisa belanja via offline di Jatim Expo . Belanja langsung di Jatim Expo tetap aman karena protokol kesehatan ditegakkan secara ketat. Misalnya ada pembatasan pengunjung, cek suhu tubuh, wajib menggunakan masker dan juga adanya penerapan physical distancing selama belanja.


“Semua protokol kesehatan harus tetap dijalankan walaupun hanya sebatas belanja kebutuhan rumah tangga seperti sembako,” pungkasnya (01/Lin)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *