Press "Enter" to skip to content

Tak Akurat, Pakar UI Minta Rapid Tes Dihentikan

Pakar epidemiologi Pandu Riono Universitas Indonesia mengomentari soal Rapid tes massal. Dia meminta agar rapid test dihentikan secepatnya.

“Menurut saya, harus segera. Kalau perlu, besok Senin rapid test di seluruh Indonesia itu dihentikan,” ujar Pandu dalam diskusi ‘Jelang Usai PSBB Transisi’, Sabtu (4/7/2020).

ANTIBODI

Menurut dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), rapid test sangat tidak akurat. Menurutnya, hasil rapid test tidak bisa menjadi acuan.

“Adanya testing cepat antibodi, rapid test, ini sangat tidak akurat,” imbuh Pandu.

“Yang dites itu antibodi. Antibodi itu artinya respons tubuh terhadap adanya virus. Itu terbentuk seminggu atau beberapa hari setelah terinfeksi. Kalau tidak reaktif, bukan berarti tidak terinfeksi. Kalau reaktif, bukan berati bisa infeksius,” kata Pandu.

Baca juga  Visa Progresif Umrah Dihapus, Jamaah Umrah Dikenakan Biaya 491 Riyal

Dengan maraknya fenomena rapid test, terang Pandu, terjadilah komersialisasi. Salah satunya ketika rapid test menjadi syarat seseorang sebelum boleh menggunakan transportasi pesawat ataupun kereta api. Padahal, menurutnya, rapid test belum dijamin akurasinya.

“Itu useless sebenarnya,” jelas Pandu

“Karena kalau tidak, publik rugi, atau banyak uang negara yang seharusnya bisa meningkatkan kapasitas tim PCR, (malah) hanya untuk membeli (alat) rapid,” tandasya. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *