Amal Ibadah Di Bulan Dzulhijjah

Oleh:
Nur Cahya Hadi,
Direktur Majalah Nurani Indonesia

Bulan Dzulhijjah adalah termasuk bulan yang disucikan dalam Islam. Dalam bulan itu, semua amal ibadah menjadi amal terbaik dan paling dicintai oleh Allah.
Sebagaimana sabda
Rasulullah SAW:

ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر – أي: عشر ذي الحجة- قالوا: يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء

“Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 awal Dzulhijjah –pen).” Para sahabat bertanya: “Apakah lebih baik daripada jihad fii sabilillaah ?” Beliau bersabda, “Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid –pen).” (HR. Al Bukhari)

Adapun amal ibadah yang dianjurkan di 10 hari awal bulan Dzulhijjah adalah:

  1. Puasa Arafah
    Berpuasa Arafah pada 9 Dzulhijah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
    سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
    Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)
  2. Banyak berdoa
    خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْء قدير
    “Sebaik-baik doa adaloh do’a di hari ‘Arafah. Dan sebaik-baik dzikir yang aku ucapkan dan diucapkan juga oleh Nabi-Nabi sebelumku adalah kalimat: lâ-ilâha illallâhu wahdahû lâ syarïkalah….(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)
  3. Banyak Berdzikir
    Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperbanyaknya.
    مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلاَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
    Tidak ada hari-ahri yang dianggap lebih agung oleh Allah SWT dan lebih disukai untuk digunakan sebagai tempat beramal sebagaimana hari pertama hingga kesepuluh Dzulhijjah ini. Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir, dan tahmid. (HR. Ahmad)
  4. Berkurban
    Perintah kurban ini terdapat dalam firman Allah surat Al-Kautsar, ayat 1-3:
    إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus.
Bahkan barang siapa yang mampu tetapi tidak berkurban maka sanksinya tidak boleh dekat dekat dengan Masjid. Sebagaimana sabda Rasulullah:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
“Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan dia tidak berkurban, maka jangan dekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah, Al Hakim, Ahmad, Ad Daruquthni dan Al Baihaqi)

  1. Berhaji
    Melaksanakan haji yang mabrur bisa menghapus dosa dosa yang telah lalu.
    Adapun hukum ibadah haji adalah wajib bagi yang mampu sebagaimana firman Allah:
    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allâh Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Ali Imrân/3:97)
    Demikian amal ibadah di bulan Dzulhijjah,
    Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *