Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci telah bertindak untuk menerapkan serangkaian tindakan pencegahan dan inisiatif yang diluncurkan oleh Kepala Kepresidenan, Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, untuk menerima peziarah dan jamaah di Masjidil Haram mulai 4 Oktober. Rencana kepresidenan untuk menerima jamaah dan pengunjung berfokus pada penyediaan layanan dan fasilitas terbaik dan berkualitas tinggi dengan cara memastikan keamanan mereka dari virus corona.
RESOLUSI TINGGI
Dikutip dari Saudi Gazette, Jumat (25/9), inisiatif ini termasuk pemasangan versi kamera termal yang sangat canggih yang dilengkapi dengan sistem pemantauan resolusi tinggi untuk mengeluarkan peringatan ketika suhu tinggi tercatat untuk salah satu peziarah dan pengunjung yang memasuki Masjidil Haram, yang akan memungkinkan pihak berwenang untuk segera menangani mereka yang dicurigai. terinfeksi virus.
Al-Sudais juga mencanangkan inisiatif penanganan masker, serta sistem untuk menerapkan tindakan pencegahan selama pendistribusian air Zamzam, selain pekerjaan sterilisasi dan desinfeksi di Masjidil Haram.
CEGAH CORONA
Ia mengatakan, langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan suasana yang sehat dan aman bagi jamaah dan pengunjung Masjidil Haram guna mencegah penyebaran virus corona.
“Kepresidenan telah dimulai cukup awal untuk mempersiapkan rencana yang diperlukan untuk menerima jamaah dalam koordinasi dan kerjasama langsung dengan otoritas kesehatan di kerajaan untuk pelaksanaan semua tindakan pencegahan di dalam dua masjid suci,” tambahnya. Ym






