Pengurus DPP Partai Demokrat, Andi Arief akhirnya menyetop polemik cuitannya di media sosial Twitter mengenai sosok jendral tua yang dinilai menyesatkan dan melanggar HAM.
“Saya berhenti dulu baiknya berpolemik soal itu,” kata Andi dalam keterrangan pers Sabtu (2/1/2021), saat merespons pertanyaan Menko Polhukam Mahfud MD soal siapa jendral tua yang dimaksudkan Andi di Twitter sekaligus mengklarifikasi ihwal twitnya tersebut
MENCARI JALAN
Andi mengatakan dirinya sekadar menyarankan agar elemen masyarakat sipil untuk diajak bicara dan duduk bersama.
“Cuma menyarankan komponen civil society diajak bicara duduk bersama. Mencari jalan yang tidak menabrak demokrasi,” tandas Andi. Bagus












