Press "Enter" to skip to content

Tips Sehat Saat Ramadhan, di Masa Pandemi

Kepala Instalasi Paliatif RSUD Dr Soetomo Surabaya, H Agus Ali Fauzi membagikan tips bagaimana membangun pola hidup sehat saat Ramadhan di masa pandemi.

Agus menegaskan, agar kondisi tubuh dan pikiran tetap sehat saat Ramadhan di masa pandemi, yang pertama wajib dilakukan itu bersyukur. Meski dengan cobaan maha dahsyat, seperti pandemi, musibah bencana dimana-mana, kita harus selalu bersyukur. Kemudian tips selanjutnya yakni bersabar menghadapi cobaan dan ketiga selalu bersedekah.

“Alhamdulillah kita masih bisa bernafas, beribadah, silaturahim, berkarya. Dan masih banyak lagi nikmat yang lain,” tuturnya Agus saat memberi kajian senja Ramadhan secara virtual di SMA Muhammadiyah Dua Surabaya.

Agus mengakui bahwa Pandemi manimbulkan syok, kekagetan pada manusia. Tentu ini membuat imun seseorang menurun dan berpengaruh pada pola hidup sehat saat Ramadhan. Kemudian syok ini juga menyebabkan stres dan ada ketakutan untuk diimunisasi.

Baca juga  Kontroversi RUU Ketahanan Keluarga, Diskriminatif Ke Perempuan

“Mudah-mudahan guru-guru di Smamda ini berani diimunisasi agar persiapan sekolah tatap muka, Insya Allah kondisinya terimunisasi kebal meski harus tetap menjalankan protokol kesehatan,” sambungnya.

TERAPI

Kondisi sekarang ini, papar Agus, yakni di masa pandemi, krisis dan Ramadhan.

Dari ketiga kondisi diatas ada terapi yang bisa dilakukan. Pertama di masa pandemi harus tetap disiplin proses dan vaksinasi.
Kemudian di masa krisis ini, diusahakan untuk bersedekah material atau non material.

“Terakhir yakni harus sukses Ramadhan. Ikhlas dan gembira meski dalam situasi pandemi. Melaksanakan puasa dengan ikhlas maka akan di mudahkan. Dosanya diampuni, amal ibadah pun diterima,” urainya.

PANDEMI MASIH ADA

Penting lagi, Agus mengingatkan bahwa pandemi covid-19 masih ada. Dia juga mengajak masyarakat agar jangan kendor dengan displin protokol kesehatan.

Baca juga  Kemenag Rilis 10 Inovasi Haji

“Kalau kendor, maka Covid akan molor. Adik-adik akan stres lagi. Tolong adik-adik nanti yang sudah sekolah tatap muka dengan persyaratan tertentu, adik-adik harus menjaga agar tidak muncul kasus baru. Disiplin protokol kesehatan, vaksinasi dan berdoa,” pungkasnya kepada audiens siswa-siswi Smamda Surabaya.

Kepala Smamda Surabaya Astajab MM bersyukur tetap bisa menggelar kajian senja Ramadhan.
“Alhamdulillah kita melaksanakan kajian senja meski dalam situasi pandemi. Tidak secara tatap muka tapi secara virtual daring online. Mudah-mudahan tidak mengurangi subtansi,” ungkapnya.

Tujuan kajian senja Ramadhan ini, kata Astajab, untuk pembinaan keislaman keluarga besar Smamda. Kemudian juga untuk menyemarakkan bulan Ramadhan.

” Jadi semarak bulan Ramadhan di Smamda. Termasuk membina keislaman guru dan siswa,” tandasnya. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *