by

Tertipu Umroh dan Investasi Bodong, Warga Mojokerto Lapor Polisi

Beberapa warga asal Desa Kintelan Kecamatan Puri Mojokerto pada Kamis (27/5/2021) mendatangi gedung Satuan Reskrim Mapolres Mojokerto untuk melaporkan dugaan penipuan umroh dan penggelapan dana investasi dengan kerugian Rp 120 juta.

Kedatangan emak-emak itu didampingi kuasa hukum dari LBHPK (Lembaga Bantuan Hukum Penegak Keadilan).

Menurut Sadak, Kuasa Hukum Pelapor mengatakan yang menjadi terlapor adalah inisial SN, warga desa Kintelan kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto. Dia menceritakan, pada tahun 2019 terlapor menawarkan kliennya untuk umroh sebesar Rp 10 juta. Namain pada tahun 2021 terlapor membatalkan umroh tersebut. Terlapor belum mengembalikan biaya awal umroh itu dan kembali menawarkan investasi kepada kliennya dengan keuntungan lebih tiap bulan.
“Yang mana pada waktu itu klien kami ada yang memberikan uang Rp 55 juta, Rp 35 juta dan Rp 10 juta, dia menjanjikan suatu keuntungan, namun SN hanya memberikan sebagian, ada yang belum sama sekali, ” Ujar SADAK, Kamis Sore (27/5/2021).

Baca juga  PWNU Jatim Klaim Pengurus Cabang Kompak Dukung Gus Yahya di Muktamar NU di Lampung

Dijelaskan Sadak lebih lanjut, keuntungan investasi yang dijanjikan beragam. Misalnya yang memmbayar 30 juta, dijanjikan keuntungan sebesar Rp 3 juta lebih, tiap bulan selama 15 kali, namun pada kenyataannya patut diduga bodong.

“Ada klien kami yang mendapat penjalsan dari SN, rencananya uang klien kami diputarkan untuk usaha, namun pada kenyataan usaha itu belum pernah dilihat oleh kami, pada 26 Mei 2021 SN berjanji mengembalikan namun dia tidak mau menjawab, ” Imbuh Sadak.

Sadak menyebut terlapor mengulur-ngulur waktu saja tanpa memberikan kejelasan. Hingga akhirnya ia dan kliennya melaporkannya ke Mapolres Mojokerto.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo membenerkan laporan tersebut. Namun pihaknya masih mendalami laporan itu.
“Barang Bukti masih kami kumpulkan termasuk meminta keterangan terhadap para korban dan saksi, kami masih belum dapat informasi, kami masih fokus alat bukti dari para korban, ” pungkasnya. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed