by

Tinjau Vaksinasi Pelajar di SMKN 1 Kota Mojokerto, Ini Harapan Gubernur Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (4/8) siang meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk pelajar di SMKN 1 Kota Mojokerto. Gubernur berharap capaian vaksinasi pada pelajar SMK di Jawa Timur dapat mencapai target sehingga kasus covid-19 di Jatim bisa melandai dan pembelajaran tatap muka bisa segera digelar.

Pelaksanaan vaksinasi yang dipantau langsung oleh Gubernur Jawa Timur tersebut dilakukan dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, serta Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kesempatan itu juga memantau secara virtual pelaksanaan vaksinasi serentak untuk pelajar smk se Jawa Timur.

Baca juga  Tinjau Hari Pertama Pelaksanaan SKD CPNS di GOR Pancasila, Wali Kota Surabaya Pastikan Sesuai Prokes

“Ini adalah vaksinasi serentak di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, masing-masing Kabupaten/kota disupport 1000 vaksin dari pemprov,” ujarnnya kepada awak media.

Vaksinasi pelajar SMK termasuk kategori vaksinasi remaja dengan rentang usia mulai 12 tahun hingga 17 tahun dengan menggunakan vaksin sinovac.
khofifah sangat memahami dengan kerinduan siswa SMK yang menginginkan pembelajaran tatap muka, hal itu dikarenakan pembelajaran di SMK juga membutuhkan praktikum. Oleh karena itu Khofifah berpesan kepada siswa meskipun sudah melakukan vaksin, tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga kasus covid-19 di jatim bisa turun dan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM bisa sampai level satu sehingga dengan demikian pembelajaran tatap muka secara bertahap bisa digelar.

Baca juga  Percepatan Vaksinasi di Wilayah Aglomerasi Dimulai, 300 Nakes Surabaya Berkolaborasi dengan Sidoarjo

“Vaksinasi untuk pelajar SMK dosis satu dan dosis dua harus tuntas, kemudian Covid-19 melandai maka pada saat yang sama tentu levelnya akan menurun hingga level satu sehingga pembelajaran tatap muka secara bertahan bisa dimulai, ” tegas Khofifah.

Sementara itu siswa SMKN 1 Kota Mojokerto mengaku senang karena sudah divaksin. Namun sebagian dari mereka sempat deg-degan, seperti yang dialami seorang siswa bernama Pradika Ade S, siswa kelas 12 SMKN 1 Kota Mojokerto. Awalnya Pradika kaget dan deg-degan saat melihat jarum suntik, namun setelah selesai disuntik ia tidak merasakan sakit sedikitpun.

“Keoada siswa lain saya menghimbau agar tidak takut untuk divaksin, vaksin itu sehat dan aman, ” Pungkas siswa jurusan multimedia tersebut. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed