Bikin Lomba Artikel ‘Hormat Bendera menurut Hukum Islam’, BPIP Dikecam

Kecaman bertubi tubi ditujukan kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Pasalnya BPIP menggelar lomba penulisan artikel dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021 dengan mengangkat dua tema, ‘Hormat Bendera Menurut Hukum Islam’ dan ‘Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam’.
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo mengatakan pilihan tema tersebut menyesuaikan dengan konteks Hari Santri. Menurutnya, BPIP melihat pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam menyikapi cinta tanah air.
“BPIP tidak ada niat sama sekali untuk membenturkan nasionalisme dan agama,” katanya Jumat (13/8).
“Nah, karena hari santri maka nilai-nilai religiusitas itu yang hendak disampaikan. Jadi prespektif Islam dalam hal penghormatan bendera dan cinta tanah air,” tambahnya
“Sekarang ini dalam rangka bulan santri, maka bulan santri tema-temanya disesuaikan dengan tema-tema Hari Santri. Ini juga kan bikin lomba yang sama untuk hari besar keagamaan. Bersifat universal,” kata Benny

Baca juga  Tabrakan Bus ALS dan Truk Tangki Ludes Terbakar, 16 Orang Meninggal Dunia

RENDENSIUS
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, mengkritik lomba menulis artikel yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Lomba yang digelar BPIP bertema ‘Hormat Bendera Menurut Hukum Islam’ dan ‘Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam’.
Perihal lomba itu diinformasikan BPIP lewat sebuah unggahan di akun Twitter resminya, @BPIPRI, Rabu (11/8).
Menurut Mardani, tema yang diangkat menjadi materi lomba tersebut aneh dan terkesan tendensius.
“Aneh temanya dan terkesan tendensius,” ucap Mardani kepada wartawan, Jumat (13/8).
Menurutnya, tema yang diangkat BPIP dalam lomba menulis tersebut telah membuka luka lama, tepatnya saat dikatakan agama adalah musuh Pancasila.
Dia menilai, BPIP semestinya mengangkat tema yang lebih menyatukan, bukan memunculkan kontroversi.
Berangkat dari itu, Mardani pun mendesak agar BPIP melakukan evaluasi secara menyeluruh.
“Ada ide tema lain yang lebih visioner dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional seperti Pandangan Santri dalam bahaya Perubahan Iklim atau Santri untuk Indonesia Bebas Korupsi,” kata Mardani.
“Tapi mengubah tema hanya permukaan, paradigma BPIP semestinya menyatukan dan menguatkan peran agama dalam bingkai harmoni. BPIP perlu evaluasi total,” tambahnya.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga menilai tema tersebut menunjukkan kegagalan BPIP dalam memahami Islam dan Pancasila.
“Tema lomba BPIP ini menunjukkan betapa dangkalnya BPIP memahami Islam dan Pancasila,” kata Fadli dalam akun twitter @fadlizon.
“Ini produk Islamophobia akut dan cenderung menuduh Islam mempermasalahkan hormat bendera dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Segeralah ganti tema agar tidak memecah belah bangsa,” tambahnya.

Baca juga  Tabrakan Bus ALS dan Truk Tangki Ludes Terbakar, 16 Orang Meninggal Dunia

JANGAN TERKESAN SEKELAS TWK KPK
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni angkat bicara terkait lomba menulis artikel dengan tema ‘hormat bendera menurut Islam’ yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Mughni mengatakan hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan sudah tidak lagi menjadi masalah di masyarakat, khususnya umat Islam.
“Dua hal itu tidak lagi problematik sehingga tidak menarik didiskusikan,” ucap Mughni kepada wartawan, Jumat (13/8).
Mughni menyebut tema lomba harus punya makna signifikan agar tidak seperti tes wawasan kebangsaan KPK. Tema-tema lain, jelas Mughni jauh lebih penting dan menarik untuk bisa diangkat
Tema-tema korupsi, kerusakan moral, hedonisme, pragmatisme jauh lebih penting. “Semoga komponen bangsa secara kolektif dan total harus bersama-sama memperkokoh Pancasila dan menghadapi ancaman mental dan moral yang menghancurkan bangsa. Tema-tema atau pertanyaan lomba harus punya makna signifikan agar tidak ada kesan sekelas dengan TWK di KPK,” lanjut Mughni.
“Tema-tema kemanusiaan dan keadilan jauh lebih mendesak dieksplorasi,” sambungnya. (01)

Baca juga  Tabrakan Bus ALS dan Truk Tangki Ludes Terbakar, 16 Orang Meninggal Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *