Upaya Percepatan vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Batang Batang Sumenep menimbulkan persoalan baru. Kali ini, persoalan muncul dari statemen Camat saat menyampaikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Rencana Pelaksanaan Vaksin Serentak di Kabupaten Sumenep, Jum’at (13/8) lalu.
Dalam sambutan tersebut, Camat Batang Batang memberikan arahan dan mendesak semua kepala desa di kecamatan Batang Batang agar lebih maksimal dalam program Vaksinasi covid-19.
“Warga yang ikut Vaksin di Kecamatan Batang batang ini masih sangat jauh dari harapan, sangat minim,” terang Camat Batang Batang, Ir. Joko Suwarno, di hadapan para kades dan undangan.
Ia pun meminta agar semua pihak ikut terlibat aktif dalam mensukseskan vaksinasi dengan memberikan penyadaran dan informasi yang benar kepada warga tentang bahaya Covid 19 dan pentingnya vaksin.
Hanya saja, ditengah penyampaian sambutan tersebut, ada satu statemen camat yang pada akhirnya menimbulkan kegaduhan di media sosial (Medsos). Statemen tersebut seakan-akan berbau ancaman bagi warga yang tidak mau divaksin agar sapinya dicuri.
“Kalebun punya kartu As, punya Sakte, Kecok Sapena Ca’na Bupati Mon Oreng Se Tak Endha’ e Vaksin”, kata Camat, yang artinya “Kepala Desa Punya Kartu As, Punya Kesaktian, Curi Sapinya Kalau Warga Tidak Mau Divaksin.”
Pernyataan tersebut tiba-tiba menjadi viral di beberapa group whatsapp dan media sosial lainnya sehingga meresahkan warga. Beragam tanggapan pun berdatangan. Banyak kalangan menilai bahwa pernyataan Camat tersebut sangat tidak pantas, apalagi disampaikan di forum resmi. Berbagai hujatan pun berdatangan, sekalipun Joko Suwarno menegaskan bahwa apa yang disampaikannya itu tidak lebih hanya sekedar guyonan.
“Saya mohon maaf, perkataan saya yang viral itu hanya guyonan. Saya mohon maaf, karena guyonan itu membuat banyak salah tafsir. Maksud saya hanya agar kepala desa mau bergerak secara maksimal,” terang Camat Batang Batang saat mengklarifikasi pernyataannya.
Akibat dari pernyataan tersebut, berbagai kecaman dari warga pun berdatangan. Puncaknya, Kamis (19/8) ratusan warga melakukan demonstrasi dengan mendatangi Kantor Kecamatan, dan meminta Camat Joko Suwarno segera dicopot dari jabatannya.
Sementara itu, Bupati Sumenep, Ach. Fauzi menegaskan bahwa persoalan terkait pernyataan Camat Batang Batang tetap dilakukan proses pemeriksaan, sekalipun sudah ada klarifikasi dari yang bersangkutan.
“Proses pemeriksaan tetap dijalankan oleh inspektorat, sekalipun sudah ada klarifikasi, proses birokrasi tetap dijalankan,” terang Fauzi. 01/Syukur







