by

PBNU dan MUI Imbau Umat Tak Terprovokasi Perusakan Masjid Ahmadiyah

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) , Helmy Faishal Zaini dalam siwran pers menyesalkan perusakan masjid di Kalimantan Barat oleh sekolompok oknum. Menurutnya Indonesia adalah negara berlandaskan hukum dan bukanlah negara bar-bar yang mengedepankan aksi main hakim sendiri.

“Kami mengecam keras segala aksi perusakan karena ini bertentangan dengan nilai agama,” ujarnya dalam siaran pers yang dilihat majalahnurani.com, Senin (6/9).

Dia meminta masyarakat untuk menyelesaikan segala perbedaan yang ada ini dengan musyawarah untuk mufakat.

“Tidak kemudian main hakim sendiri, karena kita bukanlah negara bar-bar, tapi negara dengan koridor hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Marilah kita hormati hukum dan UU yang ada,” jelas Helmy.

Baca juga  Tinjau Vaksinasi Serentak 114 Titik di Jatim, Kapolri Optimis Target 2 Juta Per Hari Tercapai

JANGAN TERPANCING

Dia juga meminta kepada semua pihak untuk tetap tenang, jangan terpancing upaya provokasi untuk memecah belah bangsa.
PBNU mengajak masyarakat untuk senantiasa mengedepankan prasangka baik agar dapat membangun kebersamaan dengan baik.

“Mari terus membangun dialog antar umat beragama ataupun antar berbagai macam mazhab dan keyakinan agar senantiasa hidup dalam satu ikatan kekeluargaan dan kebangsaan sehingga kita bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan baik,” lanjut Helmy.

PBNU mendorong aparat keamanan untuk mengusut dan sekaligus menindak tegas segala oknum-oknum yang melakukan perusakan. Masyarakat juga selebihnya harus menghormati proses hukum yang berlaku sesuai perundang-undangan.

“Mari kita jaga terus persatuan dan kesatuan bangsa, bergandengan tangan untuk menata Indonesia kedepan lebih baik,” tandas Helmy.

Baca juga  Pemkot Surabaya Mulai Fokus Penguatan Infrastruktur Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi

Ketua bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis juga mengecam keras perihal perusakan rumah ibadah di Kalimantan Barat tersebut.

“Kita berharap masyarakat menyelesaikan masalah dengan jalan musyawarah. Tidak dibenarkan oleh Islam melakukan pembakaran rumah ibadah. Saya berharap masyarakat bisa menahan diri,” kata Cholil Nafis. Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed